Makassar

Garda Nusantara: Direktur RSUD Labuang Baji Harus di Evaluasi

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Penolakan pasien miskin yang menimpa Muhammad Ardiansyah (5 tahun), anak salah satu jurnalis media jawaposs.com, Rahmayadi, di RSUD Labuang Baji, Jumat (25/8) malam kemarin, terus mendapat kecaman.

Terkait insiden yang di alami seorang jurnalis online Korwil Indonesia Timur Garda Nusantara Angkat Bicara,A.Riswan di damping pengurus DPD Sulsel kepada Link1sulsel.com di warkop doktoro minggu (27/8/2017) menilai manajemen rumah sakit labuang baji telah melanggar undang undang perlindungan anak, dimana pemerintah seharusnya menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak utamanya ketika anak membutuhkan pelayanan medis tanpa memandang status miskin ataupun kaya.

Pemerintah harus bertanggungjawab dengan sikap manajemen rumah sakit labuang baji jika perlu copot jabatan direktur rumah sakit labuang baji jika tidak mampu melayani hak hak dasar anak bangsa,Riswan.

“Seharusnya pegawai rumah sakit menerima dulu pasien untuk menyelamatkan nyawa manusia dan selanjutnya lanjut ke proses administrasi,” ungkap Riswan dengan nada tegas.

Dengan kejadian tersebut, kami meminta Gubernur sulawesi selatan mengevaluasi direktur RSUD Labuang Baji yang telah memberikan pelayanan yang mengecewakan atas terjadinya penolakan salah satu pasien yang menggunakan surat rekomendasi Kartu BPJS/KIS anak dari pasangan Rahmayadi dan Novianti warga Jalan Kerung Kerung Kota Makassar.

Riswan menambhakan kami dari Garda Nusantara Indonesia Timur menghimbau pengurus DPD Sulsel bersikap terhadap kejadian di alami oleh salah seorang jurnalis Online yang tidak terlayani dengan baik .(*)

2 Comments

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top