Makassar

Tolak Pasien Kurang Mampu, Dirut RSUD Labuang Baji Temui Ayah Pasien

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM– Kasus Penolakan Pasien atas nama Ardiansyah (4) warga jalan Kerung – Kerung, di Rumah Sakit Labuang Baji, akhirnya terjadi saling memaafkan antar Dirut Rumah Sakit Bersama Orang tua Ardiansyah, Rahmayadi, di Warkop 47, Jalan Uripsumoharjo Makassar, Minggu (27/8/2017).

Dirut Rumah Sakit Labuang Baji Dr Mappatoba mengatakan insiden yang terjadi Jumat kemarin (25/8/2017), mungkin hanya miskomunikasi antara bahasa pasien dan pihak Rumah Labuang Baji, “saya sesalkan kejadian ini dan akan saya evaluasi kembali terkhusus di UGD Rs labuang baji, ujar Mappatoba.

Ditempat yang sama kadis kesehatan, Naisyah dalam hal ini mendampingi masyarakat kota makassar, menambahkan, “saya sangat bersyukur dimana kedua belah pihak suda saling memahami, kita ketahui rumah sakit adalah menjadi pusat sentra pelayanan masyarakat yang begitu banyak peminatnya (pasien sakit), Kata Naisyah

“Terimakasih terhadap teman-teman media yang sudah menghadiri dan meluruskan hal ini bersama-sama untuk mengklarifikasi permasalahan yang terjadi jumat kemarin, di mana kami sangat butuh informasi dan masukan kepada kami karena kami selaku pelayanan pablik yang membutuhkan info atau masukan dari khalangan masyarakat, tambahnya.

Dalam pertemuan ini ikut hadir Ketua IWO SulSel Zulkifly Thahir, Orang tua pasien Ardiansyah (Rahmayadi), Pemimpin Redaksi media Jawaposs.com,Dinsos Kota Makassar dan beberapa rekan pengurus IWO Sulsel.

Sementara Orang Tua pasien Rahmayadi yang juga berprofesi sebagai Jurnalist Online didampingi Pimred Media Jawaposs.com juga menyambut baik permintaan maaf yang dilakukan oleh pihak rumah sakit, Kalau sudah ada permintaan maaf dan ini miskomunikasi kenapa tidak, Allah Saja maha pemaaf masa kami manusia tidak biasa saling memaafkan ujarnya.

Lanjut” Rahmayadi(Randy) berharap dengan insiden yang di alami anak kandungnya agar pihak rumah sakit labuang baji khususnya tidak mengulangi dan jangan biarkan ada hal seperti ini terulang apalagi masalah pelayanan kesehatan tutupnya.(**)

2 Comments

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top