Isu Delegasi Myanmar Hadir di F8 Makassar Itu Tidak Benar

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM — Peristiwa Genosida Rohingya yang mayoritas pemeluk agama Islam dengan cara pembunuhan yang keji dan sadis yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar dibantu oleh para oknum tokoh tokoh agama Budha (sesuai dengan fakta dimedia media yang beredar) sangat meresahkan ummat manusia di belahan bumi ini.

Dan seluruh dunia baik pemerintah dan masyarakatnya dengan suara lantang menolak dan mengecam pembunuhan yang keji dan sadis ini, begitu juga dengan Kota Makassar tentunya, pemerintahkota dan masyarakat Makassar mengecam dengan lantang peristiwa biadab ini.

Seperti Front Peduli Rohingya Makassar, dengan Kordinator Ust. Iqbal Jalil yang terdiri dari beberapa ormas Islam di Makassar bersepakat mengusir Dubes Myanmark yang ada di Indonesia.

Berkaitan hal tersebut adanya agenda kegiatan akbar yang di inisiasi Pemerintah Kota Makassar menyelenggarakan acara F8 yang mengundang negara-negara dari luar negeri untuk hadir, seiring itu pula issu dan info (hoax) yang mengatakan adanya peserta delegasi dari pemerintahan Myanmar itu tidaklah benar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara FPI Sulsel, Abd. Rahman dalam rilisnya, kamis (7/9/19). “Tidak benar delegasi Myanmar datang ke F8 karena kami hadir dalam Pembukaan F8 mendengar langsung nama-nama delegasi yang hadir dan diundang oleh pemerintah kota Makassar”.

Diketahui data dari panpel F8 Makassar daftar tamu asing dengan total negara yang hadir beserta rombongannya terdiri dari Walikota/Bupati se-Indonesia dan diplomat Kedutaan sebanyak 60 orang.

Berikut daftar negara-negara yang diundang dan hadir dalam perhelatan tahunan F8 pemkot Makassar :

1. Australia- consul
2. German- consul
3. Switzerland- consul
4. Switzerland- atache cultural affairs embassy
5. Japan- consul
6. India-consul
7. Taiwan- Dubes (Teto Jakarta)
8. Taiwan- Consul (Teto Surabaya)
9. Taiwan-Walikota (Kaohsiung City)
10. New zaeland-Dubes
11. Thailand-Dubes
12. Perancis-Dubes
13. Perancis-Vice Dubes Economic and trade (with Engie)
14. Kuwait-Dubes
15. Georgia-Dubes
16. Afganistan-Dubes
17. South Korea-(Attace of Cultural/ Head of Korean Embassy Cultural Office) yang kemungkinannya akan bisa bertambah jumlah pesertanya.

“Tetapi issu soal adanya delegasi Myanmark itu jelas tidak ada dan malah kami juga sudah berkeliling kota Makassar untuk bertabayyun jangan-jangan ada provokasi dari pihak tertentu yang mempunyai agenda merusak suasana kegiatan F8 dengan membuat duplikat bendera Myanmar se-olah olah panitia yang memasangnya”, tambah Abd. Rahman.

“Kita wajib menjaga Kota Makassar agar stabilitas dan rasa nyaman yang telah diberikan mayoritas Islam di Kota Makassar dapat kita berikan kepasa seluruh masyarakat Kota Makassar tanpa memandang SARA (Suku, Agama dan Ras dan Antar golongan)”, imbuh Arman saapan akrabnya.

FPI Sulawesi Selatan, berkomitmen bahwa peristiwa biadab pembunuhan Rakyat Rohingya yang mayoritas Islam itu tidak bisa di tolerir dan DPP FPI telah mengusulkan ke presiden RI untuk segera putuskan hubungan diplomatik dan usir Dubes Myanmar, juga mengusulkan Pasukan Garuda segera dikirim ke Myanmark untuk melindungi masyarakat Rohingya yang hendak dihilangkan dari muka bumi ini, tutupnya. (ar)

Loading...

Comments are closed.