Jeneponto

Antusias, Ribuan Warga Desa Barana Saksikan Nobar G30S/PKI

JENEPONTO_LINK1SULSEL.COM_Aksi nonton bareng (Nobar) film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di lapangan sepak bola Bontojai, dusun Mattoanging, desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan berlangsung semarak.

Tepat Pukul 20.00 Wita, Tidak kurang dari 2500 masyarakat dari dua wilayah yakni Desa Barana dan kelurahan Bulujaya yang memadati lokasi tersebut, terlihat antusias mengikuti hajatan yang digelar oleh personil Pos Komando Rayon Militer (Koramil) 14225-02 Bangkala.

Dari pantauan link1sulsel.com dilokasi nobar, selain masyarakat yang menyaksikan film penumpasan pengkhianatan G30S/PKI lewat proyektor dengan berukuran 5×3 meter tersebut, ditengah tengah mereka terlihat pula Kepala Kecamatan Bangkala Barat yang diwakili oleh Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan, Amiruddin. Komandan Rayon Militer (Danramil) 02 Bangkala yang di wakili Komandan Unit Intelejen (Danunit Intel) 1425/jp, Letda Infanteri Hamzah. Danpos Koramil 02 Bangkala, Pelda Nurhadi. Kapolsek Bangkala yg di wakili oleh Babinkamtibmas, Bripka Ansar. Kapten Derek Ka Korum Yonif 726/Tml Beserta anggotanya. Kepala desa Barana, Asrul Bali serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

sebelum kegiatan nobar berlangsung, Kaur pemerintahan kecamatan Bangkala Barat dalam sambutannya Amiruddin mengatakan, pemutaran film ini untuk mengingat kembali sejarah bangsa indonesia tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melakukan pemberontakan. ” kami harapkan dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai hiburan semata, namun kita bisa memaknai dari film ini, setidaknya untuk mengantisipasi kebangkitan PKI di negeri ini,”tutur Amiruddin.

Hal yang sama, Kepala desa Barana Asrul Bali mengatakan, jika film ini mengajak kita untuk menolak lupa terkait dengan pemberontakan dan pengkhianatan yang dilakukan PKI dan menamakannya dengan G30S/PKI. “Malam ini diulangi kembali pemutaran film G30S/PKI agar tidak terjadi lagi pemberontakan yang ingin mengubah pancasila,”jelasnya.

Tak ingin ketinggalan (Danunit Intel) 1425/jp, Letda Infanteri Hamzah menuturkan, pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI agar warga memahami sejarah kelam bangsa Indonesia pada peristiwa pengkhianatan pada 30 September 1965. “Tidak hanya itu saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat yang dengan antusias menyaksikan dan mensukseskan kegiatan ini, semoga film sejarah bangsa indonesia ini dapat menjadi pejaran berharga, baik untuk kita sendiri maupun anak anak cucuk kita nantinya,” harapnya.

Jurnalis : Ipul
Editor : Rhenold.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top