LMND Mengecam Keras Aksi Pembubaran Paksa Oleh Oknum Aparat Kepolisian

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM — Kekerasan dan intimidasi yang dilakukan aparat kepolisian terhadap aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) seharusnya tidak perlu terjadi. Kami mengecam Tindakan represifitas dalam bentuk pemukulan serta menginjak-nginjak kader LMND yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal EKSEKUTIF NASIONAL Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN-LMND), Muhammad Asrul dalam siaran persnya, Rabu (11/10/2017), terkait tindakan represif aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi LMND Makassar yang mengangkat isu Nasionalisasi PT.Freeport Indonesia pada Selasa (10/10) kemarin.

Menurut Asrul, mereka (aparat kepolisian, red) tidak profesional sama sekali dalam mengamankan jalannya aksi demonstrasi LMND Makassar dalam menuntut Nasionalisasi PT.Freeport Indonesia. Ini merupakan kemunduran demokrasi yang dilakukan oleh aparat dan melanggar hak demonstran sesuai dengan ketentuan pasal 28 UUD 1945 di mana hak warga negara untuk menyampaikan aspirasinya di hadapan umum.

“Pemerintah dan aparat tidak boleh menghalangi apalagi melakukan tindakan-tindakan kekerasan dan intimidasi sampai penangkapan 4 orang anggota kader LMND. Aksi kekerasan oknum aparat ini menyebabkan 2 kader LMND makassar terluka bahkan sampai berdarah yang disebabkan oleh pemukulan oknum aparat,” cetus Asrul.

Ini tindakan yang tidak berprikemanusiaan sama sekali, bahkan Asrul menilainya sebagai tindakan yang melanggar hak asasi manusia. Oknum aparat tidak boleh lagi memperlakukan demonstran seperti pada rezim orde baru.

“Kami harus mengingatkan bahwa perjuangan LMND hari ini adalah perjuangan aksi damai untuk kepentingan bangsa dan Negara,” tambahnya.

“Kami atas nama LMND Nasional mengutuk keras tindakan ini dan meminta kepada Polrestabes Makassar untuk mengevaluasi, tidak melindungi bahkan harus diberi sanksi tegas kepada oknum aparatnya dan menghentikkan bentuk kesewenang-wenangannya kepada para aktivis yang menuntut perubahan di negeri ini,” tandas Asrul.

Asrul juga mengingatkan bahwa aparat adalah pengayom dan pelindung masyarakat bukan musuh bagi demonstran apalagi pelindung kekuasaan kapital di republik ini.

“Berpihaklah kepada rakyat dan demonstran untuk masa depan bangsa dan Negara,” pinta Asrul menutup siaran persnya. (*)

Loading...

Comments are closed.