Ini Dia Kecurangan Yang Di Tudingkan Ke Panitia Pilkades Barayya

oleh
Empat Calon Kepala Desa Barayya, Kecamatan Bonto Ramba, Kabupaten Jeneponto.

JENEPONTO_LINK1SULSEL.COM_Proses pemilihan kepala desa (Kades) Barayya, Kecamatan Bonto Ramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga dilakukan secara curang oleh panitia pemilih Pilkades setempat.

Hal tersebut diungkapkan oleh empat orang calon kepala desa masing masing Ali Usman, Hasanuddin, M, Ali Sadikin dan Nawir. Dimana mereka juga ikut mencalonkan diri sebagai Kades Barayya dalam pilkades serentak 24 oktober 2017 yang lalu.

“Ada banyak kecurangan yang dilakukan panitia, seperti melanggar kesepakatan sebelum pemilihan, diantaranya warga yang sudah tidak berdomisili lagi di desa Baraya dan pindah tempat tinggal meski itu sebelumnya orang desa Barayya tidak akan diikutkan untuk menyumbangkan suaranya, namun kesepakatan itu dilanggar, mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya, dan yang lebih parah lagi, jumlah surat suara yang tercoblos dan batal, totalnya 2531, sementara undangan yang datang mencoblos hanya 2471, perbedaannya sangat banyak yakni 60 surat suara, nah dari mana didapatkan 60 surat suara itu,” Jelas Ali Usman

Ironisnya Panitia tidak bisa menjelaskan selisih suara antara yang tercantum dalam daftar pemilih, surat suara yang digunakan, dan jumlah pemilih yang tidak hadir. Dengan masalah tersebut, dua dari orang panitia pilkades tidak mau menandatangani Berita Acara Hasil perolehan suara.
” Mungkin dua orang panitia itu menyadari jika ini sebuah kecurangan, makanya mereka tidak berani mengambil resiko untuk menandatangani Berita acara itu,” pungkas Ali Usman di hadapan sejumlah awak media, Kamis (26/10/17).

Dengan demikian ke empat calon kepala desa ini akan melakukan gugatan atau melayangkan protes ke Bupati Jeneponto serta mencari dukungan ke DPRD Jeneponto mengenai hasil pemilihan Kepala Desa Barayya yang di gelar beberapa yang lalu, Sehingga menurutnya hanya ada dua jalan keluarnya yakni, melakukan penghitungan kembali pada surat suara yang dinyatakan rusak atau pemilihan ulang. “Tetapi, karena ini sudah terlajur bermasalah, maka lebih baiknya diadakan Pilkades ulang, Dilakukan pendataan penduduk kembali secara terbuka dan sesuai prosedur yang berlaku” jelasnya.

” Kami dapat menerima kekalahan, siap menang dan siap kalah, namun jika kekalahan kami ini dilakukan secara curang, tentu kami tidak bisa menerimanya,” tegas Ali Usman.

Sementara itu ketua panitia pemilihan pilkades Barayya, Ramli saat dikonfirmasi via selularnya enggan berkomentar terkait tudingan kecurangan yang diarahkan kepadanya. ” Maaf sampai saat ini saya tidak ada komentar bos, kita tunggu saja hasil pengumuman nantinya,” Ujar Ramli singkat.

Sekedar di ketahui, Pilkades Barayya diikuti oleh lima orang calon yaitu, Ali Usman, Hasanuddin, M Basri, Ali Sadikin dan Nawir. Sementara jumlah Daftar pemilih Tetap (DPT) di Desa Barayya sebanyak 3107 wajib pilih.

Jurnalis : Ipul
Editor    : Rhenold

Loading...