Makassar

Layak Dicontoh, SDI Borong Jambu III Biasakan Sholat Dhuha Sebelum Pelajaran Dimulai

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Ratusan siswa SD Inpres BORONG JAMBU III Kec.Manggala Kota Makassar ternyata memiliki kebiasaan menggelar salat Dhuha sebelum memulai pelajaran. (11/1/2017), pagi-pagi sekali mereka sudah membawa perlengkapan ibadah.

Sejak dua tahun terakhir, Sekolah ini memberlakukan kebijakan masuk sekolah pukul 06.00. Sehingga, suasana SD tersebut sudah ramai sebelum pukul 06.00.

Salah seorang siswa, AMI (8), siswa kelas 2 di sekolah tersebut mengaku dirinya membawa peralatan shalat. Ia mengaku gembira dapat menjalankan Shalat tersebut bersama kawan-kawannya yang lain.

“Sama guru diminta bawa alat shalat sebelum masuk kelas,” ujar AMI. Hanya saja, usianya yang masih belia belum tahu maksud dan tujuan kebiasaan itu. “Enggak tahu, ikuti kata guru. Yang saya tahu shalat pagi itu shalat shubuh,” ujarnya dengan nada polos.

DG Rate, Orang tua siswa tersebut mengatakan ibadah pagi sebelum belajar, sekaligus pelajaran pendidikan agama, Ini sangat mendidik kata bapak yang kesehariannya buruh harian ini.

“Serta memperkenalkan siswa-siswa agar terbiasa shalat di luar shalat wajib,” ujar,” tambahnya.

Kepala SDI BORONG JAMBU III Abd .Jalil S PD  Menuturkan Pertama menurut dia, kaidah ilmu yang diperoleh secara material melalui perantara guru, alat peraga mata pelajaran, dan metoda klasikal yang selama ini dijalankan. Sementara yang kedua adalah kaidah ilmu yang diperoleh secara spiritual melalui proses transendensi yang dijalani oleh pelajar di sekolah sehingga melahirkan transformasi energi dalam ruang batin para pelajar.

“Kalau ini tidak dilakukan, maka nalar spiritual anak-anak kita tidak akan pernah bisa terasah. Kelemahan sistem pendidikan kita ini kan tidak aplikatif, jadi cara ini kami tempuh agar pelajar mampu menangkap pelajaran dalam suasana kebatinan yang nyaman,” katanya.

Jalil menambahkan, terdapat dua hal yang menjadi tujuan pemberlakuan kebijakan ini. Yakni, kata dia, setiap pelajaran di sekolah harus berujung pada proses ‘tafakkur’ dan ‘tadabbur’. Sehingga ada benefit yang diperoleh pelajar dalam setiap mata pelajaran yang diterimanya.

Pembiasaan Shalat Dhuha yang dimulai pada 06.30 kata dia, memiliki nilai kerja keras karena dilakukan saat memulai aktifitas. Ia meyakini rezeki berupa ilmu akan diperoleh para pelajar Kota Makassar, dan jika konsisten menjalankan shalat dhuha.

“Iya konsisten dijalankan, karena dari rezeki ilmu itu kan kelak kita peroleh rezeki material juga. Bagi non muslim, tentu ada ruang untuk itu, silakan menjadikan pagi hari sebagai ruang kontemplatif agar diri kita siap menerima pelajaran,” katanya.

LAPORAN : (MOKO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top