Rugikan Negara Hingga 2 Milliar, 7 Tersangka Korupsi di Sulsel Ditahan

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL COM–Kejati SulSelbar kembali menahan tujuh tersangka Koruptor yang diduga merugikan negara sebanyak 2 Miliar  Jalan. Urip Sumoharjo Kota Makassar, Kamis (08/02/18)

“Sekitar Pukul 17.00 Wita Sore tadi Tim Jaksa Penuntut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel telah Menerima pelimpahan tanggung jawab tersangka dan barang bukti perkara atau kerap di sebut tahap dua. Tahap 2 tersebut dilakukan setelah perkara di P.21 oleh Jaksa peneliti berkas perkara pada Kejati Sulsel.

Dalam proses tersebut penyidik Polda Sul Sel resmi menyerahkan para tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan dan pemasangan pipa PVC di Satuan Kerja (Satker) Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Provinsi Sulsel.

” Melalui rilis Kasi Penkum Kejati Sulselbar Salahuddin Menjelaskan,  Bahwa Tahap 2 ini dilakukan oleh penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel Ke Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Makassar yg difasilitasi oleh sagas Tipikor Kejati Sul Sel. Adapun ke tujuh tersangka yang diserah terimakan oleh penyidik Polda yakni Ferry Nasir MR, Mukhtar Kadir selaku PPK, Andi Kemal selaku Pejabat Pengadaan, Andi Murniati selaku bendahara, Mantan Kasatker SPAM Kaharuddin,
Rahmad Dahlan selaku penandatangan SPM serta, Muh Aras selaku Koordinator Penyediaan,” Jelas Salahuddin selaku Kasi Penkum Kejati SulSebar.

“Ketujuh tersangka tersebut saat ini berada di Kejari Makassar guna dilakukan registrasi perkara.

Dengan selesainya tahap 2 maka jaksa penunutut umum pd kejari makassar tentunya segera menyiapkan segala sesuatunya guna persiapan pelimpahan perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Saat ini ke 7 tersangka langsung dilakukan penahanan Oleh JPU pada Kejari Makassar setelah mempertimbangkan sayart subjectiv dan objectiv sesuai ketentuan dalam hukum acara pidana.

Diketahui dalam beberapa kesempatan sebelumnya, tim penyidik Polda telah menyita uang kerugian negara, sebesar Rp 2 miliar dari tangan para tersangka.

“Dalam kasus ini penyidik kepolisian juga telah menetapkan tujuh orang tersangka. Masing-masing Kaharuddin selaku mantan Kasatker SPAM, Ferry Nasir MR Kasatker selaku PPK, Mukhtar Kadir selaku PPK, Andi Kemal selaku Pejabat Pengadaan, Andi Murniati selaku bendahara, Rahmad Dahlan selaku penandatangan SPM dan Muh Aras selaku Koordinator Penyedia.

Proyek tersebut dikerjakan dengan menggunakan dana, dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp3,7 miliar. Dimana KPA diduga dengan sengaja melaksanakan pekerjaan peningkatan, pengelolaan serta pengembangan air minum.

Dengan melakukan pengadaan dan pemasangan pipa PVC di 10 Kabupaten, wilayah Provinsi Sulsel tanpa melalui proses tender lelang terbuka, melainkan anggaran tersebut justru dibagi-bagi menjadi paket proyek kecil, dengan sistem penunjukan langsung terhadap perusahaan sebagai penyedia.

” Namun pekerjaan tersebut tidak dilaksanakn sesuai dengan, Surat Perintah Kerja (SPK), dengan modus rekanan yang ditunjuk hanyalah sebagai pelengkap administrasi, untuk kelengkapan pencairan anggaran tersebut. Akibat perbuatan tersangka dalam dalam kasus ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp2.466.863636, berdasarkan hasil temuan serta audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.” Tutupnya.

Editor :(MOKO)

Laporan:( Wisnu)

Loading...