Jeneponto

Diduga Serobot Tanah Warga, PLTU PLN Punagayya Didatangi Penyidik Polda

JENEPONTO_LINK1SULSEL.COM_Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mendatangi Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN di kecamatan Bangkala, kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin, (05/02/18) untuk melakukan pengukuran atau pengecekan tanah.

Tiga orang penyidik dari Polda tersebut datang ke lokasi guna menindak lanjuti laporan oleh ahli waris Farid Bin Pammoe terkait dugaan penyerobotan tanah yang dilakukan pihak PLN.

Farid bin Pammoe yang mengklaim tanah orang tuanya dan memiliki luas lebih dari sepuluh hektar, diatasnya telah berdiri kantor dan PLTU milik PLN dan tidak menerima ganti rugi pembebasan lahan.

“Penyidik Polda berada di lokasi ini untuk melakukan pengecekan lokasi Pammoe, atas dasar laporan dugaan pemalsuan surat dan penggelapan hak tanah di PLTU Punagayya Jeneponto. Ini yang dilaporkan oleh ahli waris dari Pammoe,” kata Malasugi Sewang, kuasa hukum dari Farid Bin Pammoe.

Malasugi juga mengungkapkan, pelapor memiliki bukti surat yang menyatakan di atas lokasinya terdapat pembebasan tanah dan bangunan PLTU PLN Punagayya.

“Ahli waris dari Pammoe memiliki surat yang merupakan bukti bahwa sebagian lahannya telah dibebaskan, sedangkan ahli waris merasa tidak pernah menerima dana sepersen pun pembebasan tanah yang dimaksud,” ungkap Malasugi.

Menurutnya, kasus ini dilaporkan ke Mabes Polri oleh Farid bin Pammoe sebagai ahli waris Pammoe Bandoe bersama tim kuasa hukumnya berdasarkan dengan nomor laporan LP 042-LP/JPLF/V/2016.

Ahli waris berharap, agar pihak kepolisian memberikan keadilan atas hak tanahnya yang di duga diserobot PLN tanpa memberikan ganti rugi pembebasan lahan kepada keluarganya.

 

Jurnalis : Ipul

Editor    : Rheynold

.

To Top