Jeneponto

Anggotanya “Bentrok” Dengan Polisi, Dandim 1425 Jeneponto Menangis

JENEPONTO_LINK1SULSEL.COM_Perkelahian antara Anggota Kodim 1425 Jeneponto dengan anggota polres Jeneponto terjadi di tribun lapangan Passamaturukang, kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, sesaat sebelum kegiatan simulasi sistim pengamanan kota (Sispamkot) yang digelar kepolisian resort Jeneponto, Rabu, (14/02/18), hendak dimulai.

Belum diketahui secara pasti penyebab perkelahian antar dua anggota institusi alat negara itu, dugaan sementara perkelahian terjadi karena kesalahpahaman.

Meski kedua belah pihak tidak menimbulkan korban, namun akibat kericuhan tersebut membuat sejumlah pejabat daerah dan para pasangan calon bupati dan wakil bupati yang hadir kaget dan berhamburan meninggalkan tempat duduk mereka.

Kericuhan semakin memanas saat masing masing kesatuan membela rekannya, bahkan satuan Batalyon TNI dari 726 Tamalate menyerbu masuk dan membanting kursi untuk membela rekannya.

Melihat kondisi tersebut, Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto yang duduk didepan bersama para undangan langsung kebelakang untuk melerai perkelahian, namun upaya tersebut tidak berhasil.
Ketegangan mulai mereda setelah Kapolres Jeneponto berteriak meminta pertolongan kepada Komandan Distrik Militer (Dandim) Letkol Arh Sugiri untuk terjun langsung mereda amarah anggotanya.
“pak dandim, pak dandim, tolong anggotanya diamankan, pak dandim tolong pak,” teriak AKBP Hery Susanto.

Mendengar teriakan Kapolres Jeneponto, Arh Sugiri langsung terjun ke tengah tengah pertikaian, tanpa di komandoi kedua belah pihak yang terlibat perkelahian langsung berangkulan dan menyanyikan selamat ulang tahun kepada Dandim 1425 Jeneponto. “saya tidak menyangka kalau saya dikerjai anggota, saya kira ini adalah bagian dari simulasi sispamkot, terima kasih kepada rekan rekan yang telah memberikan surprise di hari ulang tahun saya,” tutur Arh Sugiri.


Perwira berpangkat dua melati itu pun terharu dan tak kuasa menahan air matanya saat sejumlah undangan memberikan ucapan selamat ulang tahun.

Jurnalis : Ipul
Editor : Rheynold

To Top