Gugatan Appi-Cicu Berpotensi Dinyatakan Tidak Dapat Diterima

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–  Menyimak gugatan yang diajukan oleh pasangan calon walikota Makassar nomor irut 1 dalam hal ini Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi di PT. TUN sepertinya tidak jauh berbeda dengan materi gugatan yang diajukan di Bawaslu kota Makassar lalu.

Dalam hukum acara penyelesaian sengketa proses pemilukada, menurut Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila (BPPH PP) Sulsel, Faisal Ibnu, SH, MH mengatakan, “eksistensi PT. TUN bukanlah lembaga peradilan tingkat banding atas putusan Bawaslu propinsi atau kabupaten/Kota dan mengadili sendiri perkara mengenai keabsahan keputusan KPUD yang disengketakan berdasarkan aspek procedural dan/atau aspek substansi dan/atau aspek wewenang yang mendasari lahirnya objek sengketa (objectum litis)”.

“Dalam ketentuan yang diataur dalam pasal 6 ayat 2 Perma no. 11 Tahun 2016 tentang tata cara penyelesaian sengketa TUN dan pelanggaran sengketa berikut administrasi pemilihan secara hukum serta limitatif yang menjadi syarat formil untuk mengajukan sengketa di PT. TUN gugatan wajib melampirkan alat bukti berupa putusan Bawaslu dan keputusan bbjek sengketa”, sambung Ical sapaan akrabnya saat dikonfirmasi awak media via whatsapp, senin (5/3/18).

Lanjut Ical, mengingat bawaslu kota Makassar tidak pernah menerbitkan keputusan objek sengketa maka berdasarkan hukum gugatan cacat secara formil, tanpa melampaui kewenangan hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, sudah pasti gugatan yang diajukan seharusnya dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard).

Sementara itu kuasa hukum KPU Marhumah Majid mengatakan jika mereka sudah mempersiapkan jawaban terkait gugatan tim hukum Appi-Cicu.

“Saya rasa KPU siap yah karena gugatan yang disampaikan penggugat itu sama yang disampaikan pada itu sama yang dipersoalkan pada tingkat panwas kemarin, kami punya waktu untuk mengajukan kelengkapan jawaban, dan ada tambahan dari penggugat itupun kami akan akomodir dalam jawaban besok,” jelas Marhumah saat ditemui wartawan.

Rencananya besok sidang pembacaan dan jawaban penggugat dan tergugat akan kembali dilanjutkan pukul 09.00 wib besok pagi.

Laporan (Koma)

Loading...