Eksekusi, Massa Anarkis, Kapolres Jeneponto: Penembakan Sudah Sesuai Prosedur

oleh

JENEPONTO_LINK1SULSEL.COM_Insiden kericuhan pada eksekusi 14 rumah warga di Lingkungan Batu Saraung, kelurahan Bontoramba, kecamatan Bontoramba, kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (08/03/18), dianggap sudah sesuai Prosedur Tetap (Protap), karena sebelumnya warga dan pihak yang kalah telah diimbau agar tidak anarkis.

” Upaya yang kami lakukan dalam pengamanan eksekusi rumah warga sudah sesuai prosedur, kami telah melakukan proses mediasi antara pihak penggugat dan tergugat beberapa hari sebelumnya, namun tidak ada kesepakatan, bahkan saat berada di lokasi, kami mengerahkan polwan dalam proses mediasi, dan lagi lagi menemui jalan buntu, maka demi amanah undang undang, kami memutuskan untuk tetap melakukan pengawalan dan pengamanan pada proses eksekusi pembacaan putusan oleh tim juru sita Pengadilan Negeri Jeneponto,” jelas Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto kepada sejumlah awak media di halaman Mapolres Jeneponto, Kamis (08/03/18).

Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto saat melakukan upaya persuasif, memberikan imbauan dan ultimatum dihadapan ratusan warga keluarga tergugat.

Polisi juga sudah memberikan imbauan, memberikan beberapa kali ultimatum serta memberikan tembakan tembakan peluru hampa ke udara tapi tetap saja ratusan warga dari keluarga tergugat melakukan penyerangan dengan lemparan batu, senjata tajam berupa bambu runcing, anak panah dan bom molotov, akibatnya sejumlah personil kepolisian terluka.

“Sudah diberi ultimatum, memberikan tembakan peringatan peluru hampa ke udara tapi tetap saja mereka melakukan penyerangan,” paparnya.

Pihaknya menjelaskan, pengamanan yang dilakukan kepolisian merupakan bentuk dari penegakan hukum. Apabila massa tidak bisa dilakukan pendekatan secara persuasif, maka kondisi tersebut diperlukan tindakan tegas.

“Kami terpaksa mengambil tindakan tegas, siapapun yang melanggar hukum harus kami tindak tegas, jadi kami imbau kepada masyarakat, jika yang dilakukan polisi di Jeneponto adalah upaya dari penegakan hukum,” tegasnya.

Barang bukti senjata tajam seperti bambu runcing, badik, parang, cerurit, batu, dua jerigen berisi bensin dan belasan bom molotov ditemukan polisi dilokasi sengketa.

Sebelumnya, terjadi insiden dalam proses eksekusi, dua warga terkena peluru polisi saat warga berusaha menghalang halangi eksekusi tim juru sita Pengadilan Negeri (PN) Jeneponto terhadap 14 rumah warga yang berdiri diatas lahan seluas 2,7 Hektar dan diklaim milik masing masing dari ke 14 penghuni rumah tersebut. Sengketa tanah yang telah bergulir sejak tahun 2008 tersebut, PN Jeneponto memenangkan keluarga ahli waris Saban.

 

Dalam bentrokan itu, kedua belah pihak mengalami luka, 2 warga mengalami luka tembak, sementara beberapa orang polisi termasuk Kasat Sabhara polres Jeneponto, AKP Ismail mengalami luka akibat terkena lemparan batu.

Dari insiden itu, polisi mengamankan tiga orang warga yang dianggap sebagai provokator, namun telah dibebaskan setelah dilakukan pendataan, selain itu, dari lokasi polisi juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam berupa bambu runcing, badik, parang, cerurit, anak panah, dua jerigen berisi bensin, batu dan belasan botol bom molotov.

Jurnalis : Ipul

Editor     : Rheynold

Loading...