Keluarga Korban Pencabulan di Takalar Minta Kasus Ini Ditangani Polda Sulsel

oleh

TAKALAR, LINK1SULSEL.COM — Kasus pencabulan yang ditangani oleh pihak Kepolisian Polres Takalar sepertinya berbuntut panjang. Dimana kasus tersebut menurut pihak keluarga korban menduga ada permainan dibalik penanganan kasus yang di alami anak di bawah umur.

Hal tersebut di ungkapkan PP, salah satu keluarga korban pencabulan anak dibawah umur, kepada sejumlah awak media.

” Keluarga korban merasa kecewa dengan tindakan oknum aparat Polres Takalar yang dengan sengaja diduga meminta uang Malaysia ke keluarga pelaku pencabulan. Oknum aparat yang diduga dari satuan Resmob itu, meminta uang Malaysia dengan alasan ingin membuat cincin”, ungkap PP di kediamannya di Bonto Lanra Kecamatan Galeson Utara Kabupaten Takalar, Rabu Kemarin (28/3/2018).

Bukti lapor pencabulan anak dibawah umur di Kabupaten Takalar

Ia menambahkan, Kami selaku keluarga korban, ia menduga dalam kasus ini, aparat kepolisian polres Takalar ada main dengan tersangka Arman. Sejak keponakannya melakukan visum di RSU Bhayangkara, dokter menjelaskan ada luka robek dan benjolan dikelamin korban. Namun ketika hasil visum itu tiba di Polres Takalar disatuan PPA, salah satu oknum aparat PPA justru mengatakan bahwa korban tidak apa apa,” Jelas PP.

“ Ia mengaku, Sejak keponakannya di visum di RSU Bhayangkara dokter disana mengatakan ke keponakan saya ada luka robek dan benjolan di alat kelaminnya, Tapi kenapa ketika hasil visum itu tiba di Polres Takalar tepatnya disatuan PPA, salah satu oknum aparat PPA mengatakan bahwa anak bapak masih suci dan tidak apa apa,” Tegas dengan nada kecewa.

Untuk itu mereka berharap Polda Sulsel bisa menindaki oknum aparat yang diduga bermain dalam kasus pencabulan ini.

Sementara humas Polda Sulsel yang dimitai keterangan terkait dengan adanya kasus tersebut mengaku belum menerima laporan.

” Setelah berita ini turun kasus ini kasus ini masih di tangani Polres Takalar.(**)

Loading...