Makassar

Parpol Pendukung DIAmi Harap Hakim MA Tidak Masuk Angin

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM – Kasus hukum yang bergulir di Mahkamah Agung (MA) tidak memengaruhi psikologis partai pendukung pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 2, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) untuk solid bekerja.

Parpol pendukung DIAmi sepakat memenangkan DIAmi pada hajatan demokrasi Makassar 27 Juni mendatang. Di antaranya, Perindo, PSI dan Berkarya.

“Sembari menunggu putusan MA, kami bersama seluruh partai pendukung DIAmi bertambah semangat, bertambah kompak, terus bekerja, karena besar keyakinan putusan MA tidak mengecewakan rakyat,” kata wakil Ketua Perindo Sulsel, Asratillah Senge, di acara seri diskusi bedah pilkada kota Makassar, (1/4/2018).

Sementara Ketua Partai Berkarya Kota Makassar, Yusuf Gunco, mengatakan, materi gugatan pasangan Appi-Cicu sedari awal dinilai cacat hukum.

Ia mencontohkan handphone yang diberikan ke RT/RW sama seperti motor dan komputer yang dipakai aparat pemerintah yang statusnya pinjam pakai, sehingga menurutnya itu tidak punya muatan melawan hukum.

“Itulah mengapa kami yakin puncak peradilan di MA akan mengeluarkan kebenaran yang absolut, kami yakin hakim agung adalah orang yang punya kredibilitas dalam memutus perkara,” katanya.

Ia juga berharap tak ada aparat penegak hukum yang ‘masuk angin’.

“Kami yakin tidak ada lagi hakim yang ketemu di warkop, cafe dan hotel untuk pengaturan skor pilkada Makassar, kami yakin suara hati para hakim berpihak pada aspirasi banyak orang,” bebernya.

Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Fadli Noor, mengatakan, isu kotak kosong tidak seburuk yang digembor-gemborkan orang.

Namun, dengan isu itu juga justru membuat partai pendukung pasangan nomor 2 tersebut dua kali tambah semangat untuk terus bekerja memenangkan Danny-Indira di kalangan grasroot.

“Proses hukum ini biasa saja. Kita melihat kami berada di posisi dimenangkan MA, karena kami yakin hakim MA netral. Dinamika ini tidak memengaruhi kami bekerja massif memenangkan DIAmi,” tegasnya.

Fadly mengatakan, dalam sengketa tersebut Danny dalam posisi menjalankan perda yang dibuat oleh legislatif sehingga sangat tak pantas jika wali kota berprestasi tersebut tidak dimenangkan MA.

“Jadi kan lucu orang menjalankan perda yang sah secara hukum malah diganjar hukum. Intinya kami yakin elite nasional tidak buta dan bodoh menyikapi masalah ini. Kami yakin kebenaran akan selalu menang,” terangnya.(**)

Loading...
To Top