Makassar

ARA : Belum Menjabat Suka Fitnah dan Bohong, Bagaimana Kalau Jadi Wali Kota

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM– Kabar miring terkait keberangkatan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto ke Jakarta yang beredar di media sosial ternyata hoax alias fitnah. Wali Kota Makassar nonaktif ini ke Jakarta bukan untuk mengurus proses kasasi di Mahkamah Agung (MA).

“Itu isu hoax yang disebar lawan. Itu fitnah yang kejam terhadap sosok Pak Danny. Kami akan laporkan penyebar fitnah itu ke pihak berwajib karena fitnah ini sudah keterlaluan dan tidak manusiawi,” tegas Adi Rasyid Ali (ARA), Panglima Pemenangan pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi), Rabu (4/4/2018).

Ketua DPC Demokrat Makassar ini menjelaskan keberangkatan Danny Pomanto ke Jakarta untuk menerima penghargaan Tokoh Inspiratif 2018 dari MNC Government di Pulman Hotel Jakarta.

Untuk itu, istri Danny, Indira Yusuf Ismail, juga turut serta menemani suami tercinta menerima penghargaan prestisius tersebut.

Selain itu Danny Pomanto juga dijadwalkan menjadi pembicara dalam forum internasional Indonesia Summit 2018 yang diselenggarakan oleh majalah ternama The Economist di Shangri-La Hotel Jakarta, pada Kamis (5/4/2018).

“Mereka panik jadi bikin isu murahan padahal itukan gaya mereka sebenarnya yang dituduhkan ke Pak Danny Pomanto. Saya beritahu yah, Hakim MA itu integritasnya tinggi. Tidak ada yang bisa lobi-lobi Hakim MA, presiden sekalipun tidak bisa mengintervensi! Hoax itu tidak hanya mendiskreditkan sosok Pak Danny tapi juga lembaga peradilan yang terhormat. Kami akan laporkan penyebar fitnah itu,” tegas ARA dengan nada tinggi.

Dia juga menyebutkan bahwa warga sudah pintar memilih mana pasangan calon yang baik dan mana yang suka sebar fitnah atau hoax. Warga tentu tidak akan memilih kandidat yang sukanya memfitnah lawan.

“Kalau masih calon saja suka fitnah dan sebar kebohongan, bagaimanami kalau sudah menjabat wali kota? Pasti bikin malu orang Makassar bahkan Sulsel. Sifat seperti itu bukan sifat orang Makassar,” katanya.(**)

Loading...
To Top