Bersama TPID, Sekda Makassar Bahas Pengendalian Inflasi Kota

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, menggelar Ngopi Bareng sekaligus diskusi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kota Makassar, untuk membahas pengendalian inflasi kota Makassar menjelang bulan Ramadhan, di Black Canyon Coffee jalan Monginsidi Makassar, Rabu (11/4/2018).

Diskusi ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota makassar, Muh Yassir, melibatkan stakeholder yang masuk dalam unsur TPID Makassar yakni Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Bulog, PD Pasar dan beberapa OPD terkait.

Muh Yasir mengungkapkan bahwa menjelang bulan suci Ramadhan seluruh stakeholder terkait melakukan diskusi untuk menjaga Inflasi di kota Makassar salah satunya menjaga stabilisasi harga pangan,

“Hari ini kita melakukan diskusi membahas bagaimana menjaga kenaikan inflasi di kota Makassar menjelang bulan puasa. Untuk menjaga stabilisasi harga pangan, jika kita dapat menjaga harga pangan berarti kita juga mencegah naiknya inflasi.”

Sekda Makassar, menambahkan, Kontibutor terbesar terhadap inflasi di kota Makassar adalah komoditas Cabe, saya meminta Dinas Pertanian dan Dinas ketahanan Pangan untuk mengidentifikasi jumlah stock cabe dan memberikan gambaran kondisi eksecting di kelurahan barombong dan di lorong lorong binaan, berapa tanaman cabe yang ada dan berapa perkiraan produksi cabai itu sendiri.”

Pertemuan ini juga membahas komoditas yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan, antara lain, Cabai Rawit, Bawang, Tomat, Kangkung, Beras dan komoditas Sembako lainnya.

Kadis perdagangan kota Makassar ini juga menegaskan kepada Bulog untuk segera memberikan data pedagang yang menerima distribusi beras medium kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),

“Saya minta dengan tegas kepada Bulog Untuk memberikan datanya kepada TPID khususnya Dinas Perdagangan, berapa jumlah pedagang yang menerima distribusi beras medium, agar Dinas perdagangan dan dinas terkait dapat melakukan pengawasan dan pengendalian harga beras medium.” Ujar Muh. Yasir.

Ditempat sama Kadis Ketahanan Pangan, Sri Sulsilawaty, mengungkapkan sejumlah 500 Kolompok Petani Lorong (Poktanrong) binaan Dinas Ketahanan Pangan telah membudidayakan cabe sejak 2017 lalu dan sempat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lorong.

Namun memasuki akhir tahun 2017 perubahan iklim cuaca menjadi salah satu faktor penghambat terjadinya penurunan produksi cabe, banyak bibit yang mati. Ini juga yang akan menjadi perhatian kami kedepannya. Juga pengembangan hamparan seluas 30 Ha, di Barombong, terang Sri.

Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertanian untuk segera mengupayakan peningkatan kembali Jumlah produksi Cabe untuk menopang ketersediaan pangan menjelang Ramadhan. Pungkasnya.

Editor:(Koma)

Laporan :(Ilho)

Loading...