Khawatir Potensi Konflik, Petinggi Skuadron DIAmi Harap Putusan MA Tak Diintervensi

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM– Sekretaris Tim Menara Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), Zulkifli Thahir, mengaku mendapat pertanyaan dari warga Makassar, khususnya pendukung. Baik dalam bentuk telepon, pesan singkat, dan aplikasi Watshap.

“Tiap hari, saya mendapat pertanyaan dari masyarakat di berbagai penjuru, tentang bagaimana putusan hasil di Mahkamah Agung (MA),” tutur Zulkifli kepada wartawan, di Makassar, Jumat (20/4/2018).

Meski tak memberi jaminan, Zulkifli selalu memberi keyakinan kepada masyarakat yang menghubunginya ataupun yang ditemuinya, untuk tetap optimistis pasangan DIAmi akan tetap berada di arena politik hingga masa pemilihan pada 27 Juni mendatang.

Zulkifli juga mengungkap, berdasarkan informasi dari tim, ribuan masyarakat simpatisan siap menjemput Danny Pomanto di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, ketika kembali dari Jakarta untuk mendengar langsung putusan MA 23 April mendatang.

“Ratusan ribu pendukung dalam artian gugatan KPU Makassar diterima oleh MA. Sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ekspektasi ribuan warga, maka kami tim DIAmi khawatir gejolak dan dampak yang buruk bakal terjadi,” akunya.

Namun, lanjut Zulkifli, pihaknya masih begitu yakin, pengadil MA mau dan mampu bersikap netral dan independen dan tidak diintervensi dalam menangani perkara tersebut.

Diketahui, KPU Makassar telah mengajukan gugatan kasasi di MA, terkait putusan PT TUN Makassar. Jika saja hasil putusan PT TUN dikuatkan oleh MA, maka pasangan DIAmi dinyatakan gugur. Begitu pun sebaliknya.

Seandainya MA menguatkan putusan PT TUN Makassar, rupanya tim hukum DIAmi tidak pasrah. Kata Zulkifli, masih ada langkah hukum yang ditempuh, apabila MA harus mengambil keputusan di luar dari ekspektasi masyarakat Makassar.

“Inshaallah, kami bersama tim serta ratusan ribu warga yang sudah mendukung DIAmi yang maju melalui jalur independen, akan terus berusaha dan berdoa agar Makassar terhindar dari apa yang selama ini dikhawatirkan,” pungkasnya.(*)

Loading...