Daerah

Ini Makanan Pokok Anggota Satgas TMMD-101

POLMAN, LINK1SULSEL.COM–Ada yang menarik diperhatikan di lokasi TMMD Desa Lenggo Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar bersama keluarga asuh mereka menjelang penutupan.

Ketika sejumlah anggota satgas TMMD Kodim 1402/Polmas bersama warga melakukan karya bhakti perbaikan jalan, Pembuatan Duiker, Jamban dan rumah dinas sekolah di kampung tersebut tampaknya ada kegiatan yang cukup unik dilakukan.

Usai melakukan kegiatan program pembangunan pada sore harinya tampak sejumlah anggota TNI yang membantu warga menumbuk padi ladang untuk dimakan bersama keluarga asuh di lokasi TMMD.

Warga desa lenggo selama ini makan nasi dari hasil padi ladang yang prosesnya cukup unik karena untuk jadi beras yang akan dimasak, padi ladang tersebut harus ditumbuk menggunakan lesung.

Komandan Kodim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto selaku Dansatgas TMMD ke-101 mengatakan bahwa masyarakat desa lenggo yang terletak di pegunungan kabupaten polewali mandar ini bercocok tanam padi ladang untuk komsumsi sehari-hari mereka. Sabtu (28/04)

“ Kabupaten Polman terkenal sebagai penghasil beras terbesar di provinsi sulawesi barat ternyata sebahagian warganya juga masih ada yang bercocok tanam padi dipegunungan karena memang lahan persawahan di desa ini tidak ada,” Ungkap Dandim.

Ia mengatakan bahwa beras padi ladang cukup sehat karena tidak menggunkan pupuk kimia seperti padi pada umumnya diperkotaan cuma prosenya sampai bisa dimasak memang cukup rumit.

Selain itu Kades Lenggo Andi Rusliamin mengatakan bahwa sejak dahulu warga desa lenggo ini makan beras merah hasil dari ladang sendiri, Untuk anggota Satgas TMMD selama berada di desa ini juga makan beras dari padi ladang.

Ketersediaan padi ladang cukup untuk dimakan selama satu musim bahkan sebahagian bisa kita jual,Prosesnya memang agak rumit karena harus ditumbuk menggunakan lesung dan itu ada beberapa proses sampai jadi beras

“ Bapak bapak tentara menumbuk padi sering kita jumpai di desa ini selama pelaksanaan TMMD, mereka bersama keluarga asuh menumbuk padi untuk dimakan bersama,” Tuturnya.

(Penrem 142/Tatag)

To Top