Makassar

Kadispora Sulsel : Pemuda Harus Jadi Pelopor, Bukan Trouble Maker

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Dinas kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Propinsi Sulawesi Selatan mengumpulkan pemuda dari berbagai lembaga kepemudaan di lingkup pemerintahan Luwu Timur. Sebanyak 76 perwakilan lembaga kepemudaan hadir sebagai peserta pada Kegiatan Pembinaan Lembaga Kepemudaan dengan Pola Kemitraan angkatan ke 2 tahun anggaran 2018 yang digelar di hotel , Sorowako, Luwu Timur, selasa-Rabu (1-2/5)

Kadis Kepemudaan dan Olahraga (dispora) Sulsel, Sri Endang Sukarsih mengatakan, kegiatan ini untuk memotivasi pemuda dalam meningkatkan kualitas diri dan lembaganya dengan pola kemitraan. Mereka diharapkan mampu berjejaring dengan kelompok sebaya agar mampu melahirkan ide dan gagasan yang lebih produktif. Pemuda harus memahami jika dengan bermitra mereka akan lebih kuat.

Mereka bertemu untuk berbagi, sharing ide dan gagasan untuk memperkuat kelembagaan dan kemitraanya. Agar nantinya mereka bisa bersama membuat program yang lebih baik.

Sri endang menambahkan saat ini pemuda lebih cenderung mengadopsi pengaruh barat melalui perkembangan iptek yang deras. Ini yang harus diarahkan.

“Pemuda jangan menjadi trouble maker, mereka harus menjadi pelopor” tegas Sri Endang.

Lanjut Sri Endang, pemuda harus mampu menangkal dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka harus mampu menguasai high technology, namun pula tetap menerapkan nilai-nilai lokal sebagai pegangan dalam bermitra.

“Pemerintah hanya menfasiliasi pemuda dalam upaya mereka berkontribusi pada pembangunan, ini yang harus terus didukung dan diarahkan” tambah Sri Endang.

Beberapa narasumber ikut memberi motivasi kepada peserta. Husaemah Husein, Staf ahli dispora Sulsel dari praktisi/akademisi mengatakan pemuda harus dimotivasi agar mereka memahami posisi diri mereka dalam pembangunan.

Mandat regulasi itu kan sebenarnya kepada pemuda. Aturan ini harus menerapkan pengarusutamaan pemuda.

Jadi pemuda harus sadar jika dalam proses pembangunan ini mereka harus terlibat. Dari perencanaan, penyusunan sampai pada pelaksanaan kebijakan, pemuda harus dilibatkan.

” Jadi jika ada aturan atau kebijakan yang lahir tanpa melibatkan pemuda, bisa dikatakan jika kebijakan itu gagal” tegas Husaemah.

Maka dengan bermitra pemuda dan lembaganya lebih kuat mengambil peran keterlibatan mereka.

Kepala bidang pemberdayaan pemuda dan kepramukaan dispora Sulsel, Megawati menambahkan beberapa narasumber lainnya seperti dari Dispora Luwu Timur dan perwakilan organisasi kepemudaan KNPI ikut hadir memberikan motivasi dan berbagi strategi serta pengalaman.

“Kami harap keluaran peserta pembinaan lembaga kepemudaan ini, mereka mampu bersatu membuat program yang lebih baik dengan mengandalkan kekuatan bermitra dan berjejaring” tutup Megawati.

Pembinaan lembaga kepemudaan dengan pola kemitraan angkatan ke 2 ini adalah program tetap tahunan dispora sulsel. Direncanakan bisa dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di propinsi Sulsel. Angkatan pertama, tahun 2017 lalu digelar di Makassar.(**)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top