Makassar

Mencekam, Aparat Bersenjata Lengkap Kawal Kantor Panwas Makassar

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM—Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jalan Anggrek Kota Makassar diserbu ratusan massa dari dua kubu, antara pendukung pasangan Moh Ramdhan Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi) dengan simpatisan Appi-Cicu, Senin (7/5/2018), mengharuskan aparat keamanan bersenjata lengkap turun lakukan pengamanan.

Kedua kubu yang bertemu dan berorasi di depan kantor Panwaslu hampir saja bentrok jika tidak segera dipisahkan oleh pihak aparat keamanan yang menghalau dan memisahkan kedua kelompok massa tersebut dengan membentangkan pagar kawat berduri di sepanjang jalan Anggrek.

Walau sempat bersitegang dengan aparat kepolisian, ratusan massa kedua paslon dapat dilerai dengan aman. Memasuki pukul 16.55 (WITA) Massa kedua kubu mulai membubarkan diri secara tertib, sementara gedung Panwas dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

“Pola pengamanan seperti ini akan kita coba gunakan pada sidang sidang Panwas berikutnya, untuk mengantisipasi kedua kelompok ini yang dimungkinkan akan datang lagi esok.” Ucap Waka Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait kepada media saat aksi massa mulai reda.

Ada dua pola yang diterapkan yakni menyiapkan peralatan berupa pagar kawat, kendaraan watercannon dan pengurai massa serta kesiapan aparat kepolisian bersenjata lengkap untuk berjaga jaga memisahkan mereka. Jangan sampai ada provokasi yang mengakibatkan ‘Chaos’, sehingga aparat menjaga supaya kedua kelompok ini tidak berdekatan satu sama lainnya.

Hotman mengungkapkan sebanyak 1583 personil dari kepolisian diturunkan untuk pengamanan proses sidang Panwaslu Makassar, terdiri dari Brimob 3 SSK, Satuan Sabhara 2 SSK selebihnya pengamanan tertutup dan tim negosiator dari satuan Polwan.

Diketahui, sidang lanjutan kisruh Pilkada dalam upaya hukum pengembalian status pasangan Moh Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi) sebagai paslon Pilwali Makassar kembali digelar di Panwaslu Makassar hari ini, dengan menghadirkan saksi ahli dari KPU Makassar.

Editor:(Koma Online.COM)

Laporan :(Ilho).

Comments
To Top