Makassar

Komunitas Gojek : Appi-Cicu Tak Mudah Kalahkan Kekuatan Rakyat

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM– Meski KPU telah menetapkan sebagai calon tunggal di Pilkada Makassar, pasangan Appi-Cicu belum bisa merasa bernafas lega.

Pasangan yang diusung belasan parpol ini harus bekerja keras untuk mengalahkan kotak kosong atau kolom kosong.

Ketua Komunitas Gojek Indonesia (GKI) M Ahriyadi Syam menyatakan bahwa pasangan calon tunggal di Pilkada Makassar tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengalahkan kotak kosong di TPS.

Sebab, menurut pegurus Tekab Sulsel yang bertugas membackup seluruh driver ojek online (ojol) seluruh Indonesia itu, akan berjuang bersama rakyat dengan semaksimal mungkin memenangkan kotak kosong di Pilkada Makassar, Ujarnya Sabtu (26/5)

Keberpihakan GKI karena merasa kecewa dengan pilkada Makassar yang tidak demokratis dan sarat dengan kepentingan politik oleh penguasa.

“Bukan cuma kami anggota KGI, OJOL dan Tekab tetapi keluarga keluarga kami juga dan saya pribadi sendiri pilih kotak kosong dibanding calon tunggal,” tegas pria yang akrab disapa Ady Evan itu.

Ady Evan juga mengaku bahwa dukungan kotak kosong bukan karena mengenai adanya rivalitas di dunia transportasi dengan salah satu calon.

Tetapi cara-cara yang dilakukan pasangan nomor urut satu itu terbilang berambisi untuk meraih kekuasaan dan sarat kepentingan untuk menguntungkan kelompok tertentu, termasuk kapitalisasi bisnis.

“Jadi ini bukan cuma persoalan rival di dunia trsportasi, namun hal lain seperti bagaimana cara pasangan Appi-Cicu bertarung tidak fair dalam mendepak lawannya di pilwali Makassar ini. Tindakan negatif itu akan melawan kebenaran, dan tunggulah kekuatan rakyat,” jelasnya.

Sebagai salah satu dari jutaan warga yang menilai secara objektif bagaimana paslon tunggal di pilwali Makassar itu menyiku lawan-lawannya hanya untuk sekadar ingin bertarung tanpa lawan.

“Tetapi saya rasa kotak kosong adalah lawan tangguh melebihi dari pasangan DIAmi. Rakyat yang akan menunjukkan kebenaran sesungguhnya, sehingga sangat sulit mendapat celah untuk mengalahkan kotak kosong di TPS. Dan sampai saat ini kalau mau melihat keadaan yang rill di lapangan belum ada tanda-tanda akan kekalahan kotak kosong,” terangnya.

Olehnya itu dirinya berharap seluruh masyarakat tetap solid dan merapatkan barisan mengubah iklim demokrasi di Makassar yang dianggapnya tidak sehat lagi.

“Saya yakin calon tunggal tidak bisa tidur nyenyak, karena dengan adanya fenomena kampanye dari berbagai kalangan untuk memenangkan kotak kosong,” tutupnya.(**)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top