Nasional

Tolak Pasien Berobat, IWO Kecam RSUD Namrole

MALUKU, LINK1SULSEL.COM–Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Marlan Lahallo menyesalkan sikap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole, Bursel, Maluku yang menolak pasien untuk menginap, melalui Pengumuman yang dikeluarkan secara sepihak dari rumah sakit tersebut.

Lahallo mengatakan apa yang dilakukan oleh RSUD Namrole bertentangan dengan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (UU Kesehatan) dan UU Nomor 44 Tahun 2019 tentang Rumah Sakit serta Pasal 28 UU 1945 tentang hak warga negara untuk memperoleh kesehatan. Karenanya dia mempertanyakan maksud dari penolakan RSUD Namrole tersebut.

“Ini pelanggaran terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Setiap warga negara berhak menerima pelayanan kesehatan adalah hak asasi manusia dan itu sudah dalam UUD 1945 pasal 28,” ujar Lahallo dalam keterangannya, Brusel, Maluku, Rabu (13/6/2018).

Dijelaskan dia, Pasal 28 huruf H ayat 1 UUD 1945, sudah jelas disebutkan bahwa hak warga negara untuk hidup sehat, serta setiap warga negara berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

“Dengan adanya Pengumuman penolakan ini sudah secara tidak langsung mengkebiri hak masyarakat untuk memperoleh kesehatan. Saya minta Bupati Bursel Tagop Sudarsono dan Wakil Bupati Buce Ayub Seleky serius melihat hal ini,” pintanya.

Dirinya berharap Pemda Brusel dapat menertibkan seluruh manajemn Dinas Kesehatan maupun RSUD Namrole agar pelayanan kesehatan masyarakat Bursel sebagai warga NKRI dapat terpenuhi dengan baik.

Sebelumnya, ads informasi yang berhasil di himpun media ada pengumuman tertulis, isinya penolakan terhadap pasien. Kertas pengumuman ini diduga ditempelkan oleh salah satu dokter umum yang bertugas di RUSD bernama Dokter Marjorie Avinolin Pattiasina (dr. Avin).

Dari keterangan dokter Avin, pengumuman itu dilakukan lantaran tidak ada petugas jaga malam atau shif malam yang akan menjaga pasien pada bangsal maupun UGD. Karenanya dia mengaku memberanikan diri menulis dan menempelkan Pengumuman di depan pintu UGD.

Adapun, pengumuman itu bertuliskan, “UGD tutup tidak ada petugas” dan “tidak terima pasien rawat inap” dengan cepat beredar luas dimedsos dan sampai juga di telinga salah satu anggota DPRD Kabupaten Bursel Sami Latbual.

Latbual yang memperoleh informasi itu langsung menuju RSUD Namrole untuk memastikan kebenarannya dan ternyata informasi yang diperolehnya benar sehingga dirinya langsung berkoordinasi dengan pimpinan DPRD untuk menindaklanjuti kejadian ini serta meminta Direktur RSUD Namrole dan Kadis Kesehatan guna meminta klarifikasi atas kejadian yang ada.

“Saya kesini untuk mengecek apa benar ada Pengumuman penolakan pasien, dan yang saya dapati memang benar ada selebaran yang ditempelkan pada pintu UGD terkait UGD tutup karena tidak ada petugas dan tidak terima pasien rawat inap,” jelasnya.

Ketua Frakisi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bursel ini menyesalkan dengan adanya pengumuman tersebut, dan tidak semestinya tulisan itu berada karena sudah terpublis dan mencoreng nama baik daerah.

“Tidak perlu tulis seperti ini. Ini sudah mencoreng nama baik daerah disini. Kalau memang tidak bisa untuk dilayani, petugas yang ada bisa memberikan alasan kepada pasien terkait kondisi yang ada bukan menulis penolakan kepada pasien seperti ini. Perbuatan ini sudah melanggar hukum dan sudah membatasi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan,” tegasnya. (IWO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top