Makassar

Tolak Kenaikan BBM, PK-PMII Gelar Unras di Jalan Sultan Alauddin

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Ratusan Mahasiswa di Jl. Sultan Alauddin di depan Kampus Unismuh Kota Makassar dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK-PMII) Komisariat Tala’salapang Unismuh Cab. Makassar melakukan unjukrasa.

Aksi Pengerakan Mahasiswa Islam (PK-PMII) dipimpin Sdr. Ahmad (Jendlap) dan Sdr. Akbar (Korlap) dalam rangka “Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi (Pertamax)”. Sabtu (07/07/18) Sore tadi.

“Ororasi di bawah kawalan ketat pihak kepolisian dari Polsek Rappocini, mengkritik kepada Presiden RI Jokowi-JK dan Menteri Keuangan ibu Sri Mulyani dengan naiknya harga bahan bakar minyak.

Dari pantauan awak media aksi tersebut Para Mahasiswa berorasi secara bergantian dengan menggunakan megaphon, membagikan selebaran serta mengibarkan Bendera PK-PMII Tala’salapang Cab. Makassar.

Nampak pula terlihat terbentang Bendera Merah Putih dan membentangkan spanduk bertuliskan KP-PMII Tala’Salapang Kegelisahan Rakyat Diterpa Kenaikan BBM, Tolak Kenaikan BBM.

“Para Pengunras menuntut kepada Pemerintah antara lain Mendesak pemerimntah mengembalikan harga BBM seperti semula, Penyaluran dan pendistribusian BBM harus merata kesetiap daerah khususnya BBM Subsidi, Menuntut transparansi pemerintah atas kenaikan harga BBM, dan Menuntut pemerintah segera menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 kg di berbagai daerah di Indonesia,” KataAhmad Jendlap.

“Para Mahsiswa sempat membakar ban bekas, namun di halau oleh aparat kepolisian dan WR3 Kampus Unismuh sehingga lalin merayap seketika.

Nampak terlihat Mahasiswa menahan dua buah Truck R6 Warna Biru dengan Nopol DD 8981 FA dan Kendaraan R10 Truck Box Konteiner warna merah kuning dengan Nopol DD 8737 XD.

“Hingga berita ini diturunkan Pukul 16.07 Wita, Kondisi di Jalan Sultan Alauddin kondusif dan para Mahasiswa dari KP-PMII berjanji akan turun dan memblokade jalan kembali dengan Estimasi Massa yg lebih besar lagi.

Editor:(Koma)

Laporan :(WISNU)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top