Parepare

Bea Cukai Parepare Musnakan Rokok Sitaan

PAREPARE, LINK1SULSEL.COM– Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) bersama Forkorpimda, memusnahkan rokok ilegal hasil penindakan Bea Cukai Parepare dengan nilai Rp. 2,305 Milyar. Rokok terlebih dahulu dimusnahkan secara simbolis, dilanjutkan dengan dibakar dalam wadah ukuran kecil. Pemusnahan turut dilakukan oleh beberapa pihak di antaranya, TNI/Polri, Kejari, LPKA, dan pemerintah setempat, rabu (1/8/2018).

Bea Cukai salah satu Institusi strategis dilingkungan Kementerian Keuangan yang berperan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya di bidang Cukai berupa mencegah beredarnya barang barang ilegal, khususnya terkait barang kena cukai Hasil Tembakau dan Minuman Keras (MMEA), serta barang berbahaya lainnya, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 11 Tanun 1995 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Selatan, Untung Basuki mengatakan pada hari ini kami laksanakan pemusnahan terhadap rokok ilegal sebanyak 3,179 juta batang dengan nilai barang sebesar Rp. 2.305 Miliar dan perkiraan kerugian negara sebesar Rp.1,173 Miliar. Rokok illegal ini merupakan barang hasil penindakan KPPBC TMP C Parepare yang ditindak pada tahun 2016, 2017 dan awal tahun 2018 dengan pelanggaran tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas atau dilekati pita cukai bukan haknya

“Rokok ilegal ini ditemukan di ekspedisi pengiriman antar kota dan juga di pasaran baik pada tingkat distributor maupun di tempat penjualan eceran di wilayah kerja KPPBC TMP C Parepare KPPBC TMP C Parepare dari tahun ke tahun senantiasa melakukan peningkatan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal, adapun penindakan yang telah dilaksanakan yaitu jumlah penindakan 81 kali dari 2016-2018 dengan jumlah 4 juta batang rokok, “Tutur Untung Basuki.

Sedangkan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Parepare, Eva Arifah Aliyah Menjelaskan Bahwa atas pelanggaran tersebut sudah sesuai dengan kategori pelanggaran yaitu denda administrasi, usulan pemusnahan barang dan penyidikan tindak pidana cukai. Pengawasan terhadap rokok ilegal ini tentunya, selaras dengan program pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap barang-barang berbahaya, tentunya ini akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara khususnya di bidang Cukai.

“Dari segi penerimaan negara, selama Januari sd Juli 2018, KPPBC (Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai) TMP C Parepare menerima sebanyak Rp. 13,96 Miliar, ini melebihi target yang diberikan negara sebesar Rp. 2,9 Miliar atau 467,24 % dari target penerimaan, dengan rincian penerimaan Bea Masuk sebesar Rp.5,8 Miliar dan penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp. 8,1 Miliar. Selanjutnya pada kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar – besarmya atas peran serta masyarakat yang telah berperan akif mendukung pelaksanaan tugas kami terkhusus penghargaan yang setinggi – tingginya kami sampaikan kepada seluruh jajaran TNI dan Kepolisian Republik Indonesia, Kejaksaan, Pemerintah Daerah dan seluruh instansi terkait lainnya di seluruh wilayah kerja KPPBC TMP C Parepare sehingga kamı dapat melaksanakan tugas dengan baik, “Kata Eva Arifah Aliyah. (Sis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top