Makassar

Diduga Mark up Anggaran, OPM Minta Kadisdik Sulsel Dicopot

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM– Dewan pimpinan pusat Organisasi Pergerakan Mahasiswa kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pelopor gerakan dalam pemberantasan korupsi,kali ini sasarannya adalah dinas pendidikan provinsi sulawesi-Selatan. Kamis (09/8/2018).

Puluhan mahasiswa dari beberapa universitas yang tergabung dalam OPM ini dipimpin oleh Jendral lapangan Kambrin.

Kambrin menegaskan bahwa adanya dugaan Mark up anggaran pada
Diklat calon kepala sekolah dengan pungutan 9 juta perorang,kegiatan PPDB dengan pungutan 2,5 juta persekolah,kegiatan diklat bahasa inggris dengan pungutan 2,5 juta perorang.

Serta kuat dugaan kami bahwa pengumpulan dana sebesar 12 Milyar akan diperuntukkan ke yayasan Al-Azhar.

Belum lagi penjualan prasasti ke semua SMK/SMA se sulsel sebesar 7,5 juta persekolah dan lebih parahnya lagi kuat dugaan pengadaan mobiler kursi,meja dan lemari di 24 kab/kota menggunakan barang bekas dan anggaran yg digelontarkan sebesar 500 juta yg dianggap cacat administrasi.

Aksi maraton yang rencana akan kami lakukan sampai minggu depan ini bertujuan agar pihak PLT Gubernur menindak lanjuti laporan kami dan Pihak kejaksaan Tinggi secepatnya melakukan investigasi,” tegas kambrin

Kami pun berharap agar Kadis Pendidikan provinsi sulawesi-selatan dicopot dari jabatannya serta semua pihak yang terkait harus dilakukan penyelidikan,” ungkap Jenral lapangan Kambrin.

Setelah berita ini turun belum ada konfirmasi Dari Diknas Pendidikan Provinsi Sulsel terkait aksi dari pada OPM(**)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top