Di Iming Iming Jadi Kepsek, Pensiunan Guru SDN Lariangbangi 3 Tertipu Hingga Puluhan Juta

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Susahnya mencari posisi strategis di negeri ini menjadikan para oknum penggila jabatan yang ingin menjadi pemimpin harus menghalalkan segala cara demi memenuhi keinginan dan hasrat untuk menjadi pejabat ataupun pimpinan di salah instansi pemerintahan.

Seperti yang di ungkapkan salah satu mantan guru SD di Makassar ini, di iming-imingi menjadi Kepala Sekolah Asmawati S.pd harus kehilangan uang sebanyak 14 Juta rupiah akibat dijanjikan oleh salah seorang mantan Kepala Sekolah yang ada di SDN Lariangbangi Kec.Makassar.

Bukannya menjadi Kepala Sekolah malah pensiunan guru ini harus gigit jari lantaran uang yang diserahkan kepada Oknum tersebut tidak bisa dikembalikan alias mati Sia Sia hingga masa pengabdiannya menjadi guru PNS pertanggal 11/9/2018.

Asmawati menerangkan, bahwa sejak itu dirinya masih jadi guru di SDN Lariambangi 3 kala itu, Oknum (MS) menawarkan dirinya untuk menjadi Kepala Sekolah, melalui MS dan perantara salah seorang Ajudan Walikota Makassar kala itu.

Ia mengungkapkan persoalan ini kemedia lantaran uang yang diberikan sejak tahun 2013 sebesar 14 juta kepada oknum Kepsek baru di kembalikan 1 Juta setelah dirinya mengetahui bahwa apa yang diharapkan tidak sesuai harapan,” katanya.

Lebih jauh ia menuturkan bahwa korban iming-iming menjadi Kepala Sekolah bukan hanya dirinya, kerabat nya Pun Ikut tergiur dan harus kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah.

Ia menambahkan solusi yang ditawarkan saat asmawati meminta uangnya kembali, malah oknum bersangkutan hanya menjanjikan dengan mencicil sedikit demi sedikit. Dihadapan media korban tersebut berencana akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib untuk mempidankan MS atas tindak pidana penipuan,” ujar Asma. Sabtu (22/9/2018).

Sementara ditempat terpisah, Kabid Manajemen GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar Dr.Pantja Nur Wahidin, M.pd menuturkan bahwa pengangkatan Kepala Sekolah itu harus melalui jenjang diklat.

Berdasarkan Permendikbud No.6 Tahun 2018 seorang guru diberi tugas sebagai Kepala harus melalui Diklat calon kepala sekolah dan harus memiliki surat taman pendidikan dan pelatihan serta memiliki sertifikat.

Mengenai informasi ini Kabid yang bergelar Doktor ini baru mengetahui adanya seperti itu. Jika benar adanya Dinas Pendidikan melalui Kabid GTK akan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan dan kami berikan teguran keras jika itu betul terbukti,” Tegas Pantja.(**)

Loading...