Wali Kota Parepare Bantah Terlantarkan Bantuan Sulteng

oleh

PAREPARE, LINK1SULSEL.COM– Wali Kota Parepare, kembali melakukan konfrensi Pers terkait tudingan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Parepare, yang dianggap telah menelantarkan bantuan untuk korban bencana alam Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat diteras empang, Kec. Bacukiki Barat, Kota Parepare, senin (12/11/2018).

Walikota Parepare,HM. Taufan Pawe mengatakan, terkait pemberitaan yang muncul memberi kesan bahwa seolah-olah Pemerintah tidak mengelola bantuan yang ada, khususnya yang tampak pasca terjadinya hujan deras belum lama ini. Padahal, barang yang kena hujan tersebut merupakan pakaian bekas. Jadi, tidak sedikit bantuan yang dikumpulkan BPDB dan Dinas Sosial, rencana awalnya akan dikirim ke lokasi bencana. Hanya saja, seiring berjalannya waktu dan setelah kami melakukan pencermatan, di mana tidak serta merta bantuan tersebut langsung didistribusikan.

Lebih lanjut HM. Taufan Pawe Menjelaskan, kami pun mengirim tim untuk lokasi melakukan observasi. Supaya, dapat terverifikasi dan tervalidasi warga Parepare yang berada di sana dan melaporkan data-datanya seperti jumlah dan titiknya, tidak sedikit warga Parepare yang kena musibah, setelah beberapa tim kembali, pihaknya melakukan perencanaan untuk melakukan pengiriman tahap kedua. Namun, masih ada tim yang tetap tinggal di sana. Menurutnya, ada hal yang di luar perkiraan Pemkot, di mana kehadiran pengungsi yang terus menerus bertambah.

“Awalnya kami sarankan untuk diberikan tempat di Pasar Kuliner, namun mereka menginginkan tinggal bersama keluarganya dan asalkan dipenuhi kebutuhannya, itu sudah kami lakukan. Saat itupun, terdata 2620 pengungsi yang terbagi di22 Kelurahan. Jadi, sistem penanganan kami lebih tepat sasaran. Sehingga, kami menunda pengiriman selanjutnya, karena khawatir jika tidak tepat sasaran, sementara masih banyak pengungsi di Parepare yang butuh,”ungkapnya.

HM. Taufan Pawe mengemukakan, saat ini separuh pengungsi telah kembali ke lokasi, serta difasilitasi biaya transportasi oleh Pemkot, serta sisanya yang masih tinggal terus disuplai bantuan kebutuhan sehari-hari. Terlebih, pihak Pemkot masih terus memikirkan apakah harus tetap mengirimkan bantuan ke lokasi atau memberikan kepada pengungsi yang berada diParepare.

“Adapun jumlah Logistik saat ini juga mulai terbatas, utamanya susu sisa 4 dos, gula 40 dos, biskuit dewasa 42, susu sachet 39 gantung, 86 bungkus popok dan barang-barang pokok lainnya. Pengungsi tidak berminat khususnya pakaian bekas, dan saat iniaskj ada sebanyak 100 karung, dan ada yang ditampung di Dinas Pendidikan 1500 karung, sementara masih ada 2500 dos air mineral. Sehingga, diamankan di tempat yang lebih baik, dan persediaan logistik juga sudah diatur sedemikian rupa, kamipun tetap berupaya untuk melakukan kunjungan langsung di lokasi, “Tutur HM. Taufan Pawe.

Editor:(Koma)

Laporan :(Sis)

Loading...