“KHILAF” Anggaran Perjalanan Dinas BPBD Makassar Disunat

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM-Isu pemotongan anggaran SPPD Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Makassar yang di duga di sunat oleh Kepala BPBD kini masih heboh jadi perbincangan di kalangan pegawai Staf kontrak yang ada di BPBD di Jalan STHR Kerung-kerung Kec.Makassar Kota Makassar Selasa (13/11)

Pemotongan yang sempat menjadi buah bibir ini di akui pula oleh Kepala BPBD saat dikonfirmasi oleh awak media online beberapa waktu lalu.  Iya “SAYA” merasa khilaf dan tidak tahu ada mengenai adanya pemotongan uang perjalanan SPPD dari 20 orang Staf pegawai dan kontrak di BPBD Makassar

Diketahui sebelumnya dana transportasi yang ditanda tangani oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) sebesar Rp 92.516.680 rupiah, untuk keseluruhannya dari 20 orang petugas Staf kontrak yang menjalankan tugas di bencana di Sultengah-Donggala saat itu.

Namun saat usai menjalankan tugas bukannya mendapat transpor perjalanan Dinas sesuai dengan Tanda tangan yang tertulis malah uang yang diterima tidak sesuai yang di harapkan,” kata salah seorang pegawai kontrak yang eggan menyebut namanya.

Iya mengaku bahwa tugas yang diberikan oleh pimpinan murni karena ihklas, kita tahu palu bencana terdahsyat yang kami tahu, Apa lagi ini merupakan panggilan hati nurani untuk sodara kita disana saat itu. Mengenai pemotongan saya tahu setelah kami dan beberapa petugas balik dari Palu, kami menerima 1,.500.000 Rupiah, ditambah baru baru ini 500.000 Ribu. Seharusnya 4.377.000 Rupiah, jadi sisanya 2377.000  Rupiah itu kami tidak tahu,” Tambah (Red)

Sementara saat di konfirmasi Bidang Kedaruratan Dan Logisltik berdalil bahwa Pimpinan kami (KABAN) BPBD Khilaf dalam menjalankan tugas, seharusnya beliau saat mengetahui tidak harus mengaku tapi kroscek dulu sebelum menanda tangani SPPD yang di ajukan,” kata Taufan.

Lebih jauh ia mengungkapkan persoalan ini telah di ambil alih oleh Sekda Makassar, kami hanya tunggu solusi dari orang nomor tiga di Makassar. ” Sabarmiki de nanti saya hubungi no Hpta kalau adami petunjuk dari Sekda,”Ungkap Taufan ke Media.

Setelah berita ini turun persoalan pemotongan anggara perjalan dinas SPPD masih tanda tanya oleh beberapa kalangan pegawai staf dan Kontark yang ada di BPBD Makassar.(**)

Loading...