Ini Program Yang Diterapkan Ditlantas Polda Sulsel ” TILANG KAMERA “

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM – Dalam waktu dekat ini Ditlantas akan menerapkan penindakan pelanggaran Lalulintas dengan bukti rekaman elektronik atau “Tilang Kamera” pelanggar yang tertangkap kamera akan dianalisa oleh petugas untuk menentukan Validitas pelanggaran serta petugas akan memblokir STNK kendaraan pelanggar dan mengirimkan informasi pemblokiran kepada pelanggar yang disertai dengan bukti pelanggaran dan kode BRIVA untuk pembayaran denda, Selasa (04/12/18) Pagi.

 

“Setelah pelanggar membayarkan denda pada ATM atau Bank BRI maka Petugas kemudian melakukan pembukaan blokir.

“Sedikit diketahui, untuk data kecelakaan di Sulsel tahun 2018 sampai dengan bulan Nopember ini hampir 6000 laka, dengan korban meninggal dunia hampir 1000, luka berat hampir 500an, luka ringan sekitar 8000, Mari sayangi keluarga kita untuk terhindar kecelakaan dengan tertib berlalu lintas.

Disatu sisi pertambahan kendaraan bermotor (R2, R4 atau lebih) jika dijumlahkan rata-rata 11 ribu tiap bulan, tidak diinbangi dengan pertambahan jalan, otomatis permasalahan macet akan mengikuti. Untuk itu salah satu solusi adalah tertib di jalan. Dan tilang dengan kamera ini bagian dari solusi untuk membangkitkan kesadaran dari dalam diri pengemudi.

“Program tilang kamera melalui CCTV atau kamera pemantau terus di matangkan di sejumlah daerah di Indonesia. Di antaranya di wilayah hukum Ditlantas Polda Sulsel khususnya di Polrestabes Makassar. Sejauh ini, sejumlah fasilitas pendukung penerapan sistem tilang melalui CCTV di kota Makassar, Sulawesi Selatan, sudah terpasang. CCTV tersebut terpasang di beberapa ruas jalan protokol dan adanya command center atau layanan CCTV yang terintegarasi ke sejumlah instansi pemerintahan.

“Ditlantas Polda Sulsel sebelumnya menilai perlu ada pembaharuan dalam sistem penindakan para pelanggar lalu lintas di Kota Makassar. Oleh karena itu, Ditlantas Polda Sulsel bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Makassar dan Kementerian Komunikasi dan Informasi menggagas sistem ETLE. Sistem itu mengandalkan kamera CCTV berteknologi canggih. Kamera yang dapat membidik hingga jarak 10 meter itu dapat menangkap foto atau meng-capture para pelanggar lalu lintas dan dapat melakukan pengawasan selama 24 jam.

“Dirlantas Polda Sulsel Kombes. Pol Agus Wijayanto., S.I.K., SH., MH., saat dikonfirmasi oleh awak media Koranmakassarnews.com, Dengan semua instansi terkait Tilang kamera (tilang dan bukti kamera), ini istilah mudah dari ETLE (Elektronic Traffic Law Enforcement), Bukti pelanggaran (Tilang) dengan rekaman elektronik ini diharapkan menimbulkan Kesadaran berlalu lintas dari dalam diri pengemudi kendaraan, tanpa harus diawasi Polisi lalu lintas. Ucapnya

“Lanjut, Harapannya dengan tilang kamera ini, Ketidaktertiban lalulintas (semrawut), kemacetan, kecelakaan lalu lintas dapat di minimalkan, Tutup Agus kepada awak media.

Editor:(MOKO /KOMA)

Laporan :(WISNU)

Loading...