Segel Listrik Pelanggan Tanpa Pemberitahuan, Warga Rappocini : Hak Kami Diabaikan

oleh

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Secara prosedur pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) berhak menyegel Listrik pelanggan ketika menunggak pembayaran, namun PLN juga harus memperhatikan ketika pelanggan telah membayar tunggakan tersebut, yakni dengan segera membuka segel tanpa membuat pelanggan harus gelap gelapan hingga berjam jam.

Hal ini dialami oleh Arsyad Umar (64), warga jalan Monginsidi Baru, kel Ballaparang kec Rappocini, kota Makassar, yang terpaksa bergelap gelapan selama kurang lebih 8 jam karena petugas tak kunjung datang menyambung kembali aliran listrik yang telah disegel.

“Tadi sekitar jam satu siang (pkl.13.25 Wita) tiga orang petugas PLN datang memutus dan menyegel listrik kami karena menunggak dua bulan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. tapi jam tiga sore (pkl.15.10 Wita) kami sudah bayar tagihan listriknya.” ucap Arsyad kepada Media, Rabu (09/01/2019) malam.

Setelah menghubungi PLN di call Centre 0411-123, operatornya mengatakan jika telah membayar tunggakan listriknya boleh langsung dibuka segelnya dan petugas PLN siap di lapangan 24 jam, namun hingga pukul 22.00 petugas tak kunjung datang.

“Saya sudah dua kali telepon call Center PLN meminta petugas PLN datang membuka segel namun sampai malam tidak datang datang petugasnya. Nanti jam setengah 11 (pkl. 22.35 Wita) baru nongol petugasnya.” ketus Arsyad.

Terpisah, Humas PLN wilayah Sulselrabar Eko Wahyu Prasongko, melalui pesan WA menjelaskan bahwa setiap pelanggan yang akan diputus hubungan listriknya harus ada pemberitahuan dulu,

“Dikasih pemberitahuan dulu Bro.” singkatnya,

Sementara, Manager PLN Rayon Mattoangin, Satria Prasamya, saat dihubungi via telepon untuk dimintai keterangan, hingga lima kali berulang tidak mengangkat telepon dari pihak media.

Editor:(Ilo/Moko)

Laporan :(Ilho)

Loading...