Kasus Pencemaran Air Laut, MPC pemuda Pancasila Parepare Mendesak Pemerintah Turun Tangan

oleh

PAREPARE, LINK1SULSEL.COM– Dampak tumpahan solar yang diduga dari salah satu kapal Pertamina yang mengalami kebocoran, saat meninggalkan depot Pertamina Parepare menuju lepas pantai, pada hari kamis (10/1) kemarin, organisasi Pemuda Pancasila pun turun kelokasi tersebut dan memantau dampak yang diakibatkan tumpahan solar, sabtu (12/1/2019).

Hal tersebut ditanggapi oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Parepare, Fadly Agus Mante mengatakan, kami meminta Pertamina, untuk terbuka soal rembesan minyak yang sempat menghebohkan Laut seputaran Parepare.

Kami minta Pertamina terbuka, apa yang menjadi masalah dari tumpahan minyak yang akan berdampak kepada biota laut.

“Rencanaya Pemuda Pancasila Akan melakukan Investigasi yang berdapak, pihaknya telah mengambil sampel air yang ada disekitar wilayah terdampar. Sesuai Undang Undang 23 tahun 2009 Tentang Pengendalian dan Pengawasan lingkungan hidup. Petunjuk Petunjuk tehnis Nomor 19 tahun 1999, Pertamina harus menganti rugi terdampak rembesan minyak. Sesuai dengan Pasal 9 peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 1999. ”Kata Fadly Agus Mante.

Lebih lanjut Fadly Agus Mante menjelaskan Berdasarkan pasal 90 ayat (1) UU 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pemerintah berwenang meminta ganti rugi pada pelaku pencemaran. Merujuk Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 13/2011, nilai ganti rugi itu dapat dihitung dari akumulasi biaya pemulihan lingkungan, kerugian ekosistem, serta kerugian masyarakat, terutama atas aset dan kesehatan pribadi.

“Kamipun mendesak kepada jajaran terkait (Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Parepare, Kepolisian dan Balai Gakkum KLH) untuk melakukan investigasi yang komprehemsif terhadap kasus pencemaran air laut di pesisir pantai soreang parepare, “Tutur Fadly Agus Mante.

Editor :(Koma/MOKO)

Laporan :(Sis)

Loading...