Buka Bersama Warga, Wakil Ketua Praksi PPP Sulsel Beri Edukasi Soal Pendidikan

oleh -0 views

MAKASSAR, LIN1SULSEL.COM–Mengadakan acara Buka Puasa bersama di rumah pribadinya Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi PPP, Ir.H.M.Amran Aminullah MM berjalan lancar dan hikmat Sabtu (25/5/2019)

 

Bertempat di kediamannya Jalan Baji Pamai no.6 kelurahan.Tamparang keke Kecamatan Mamajang Kota Makassar sejumlah warga berbondong-bondong ikut berbuka bersama wakil rakyat sulsel di Bidang Pemerintah ini

Dalam acara tersebut turut hadir Kepsek. MAN Model Kaharuddin serta Ketua RW dan Rt dan masyarakat yang ada di sekitar nya. Acara tersebut dirangkaikan buka Puasa serta sikir dan doa bersama,

Wakil Ketua DPRD Sulsel dari Fraksi PPP, Ir.H.M Amran Aminullah mengatakan acara buka puasa bersama ini untuk menjalin silaturami dan memperat tali persaudaraan antara satu sama lain.

Disela-sela menanti berbuka puasa H.M. Amran membahas persoalan Perda pendidikan nomor 2 tahun 2015, di hadapan media menurut dia perda tersebut mengatur tentang kewajiban dalam memberikan pengajaran, pemerintah harus menjamin para calon siswa agar bersekolah sehingga di sulawesi selatan khususnya sudah tidak ada lagi anaknya Yang tidak bersekolah,

Seperti tahun 2018 kemarin menurutnya, masih ada beberapa kerancuan soal PPDB online di Dinas Pendidikan, ia menyebut ada tiga jalur Farmasi seperti sistem jalur Reguler, Prestasi dan terakhir jalur Zonasi. Soal Zonasi kemarin ini kan jelas perwilayah seperti mendaftar di SMA 3 contohnya ya harus disesuaikan wilayahnya, Tetapi kalau di prestasi kenapa tidak,” Katanya.

“Jadi harapan kami selaku wakil rakyat bahwa soal pendidikan di sulewesi selatan tidak ada yang sulit, semua masyarakat berhak menyekolahkan anaknya sesuai jalur yang telah disiapkan dan adapun masyarakat yang merasa dirugikan pintu di DPRD Sulsel siap menyarikan  solusi terbaik tentang persoalan-persoan zonasi itu.

Ia menambahkan bahwa tahun ini PPDB untuk masyarakat yang hadir agar memahami betul tentang pendaftaran, jika di kemudian hari ada oknum-oknun aparat sekolah yang bermain tentu harus diberi sanksi tegas, tidak mampu melewati jalur yang telah ada karena ada hubungan kedekatan maka akan ditindak dan diberi sanksi,” Tegas H.M.Amran.

Laporan :(HM)

Loading...