Diduga RS Ini Lantarkan Pasien, Wakarumkit Pelamonia : Itu Tidak Benar

oleh -53 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Beredar postingan di salah satu group Facebook, terkait warga beralamat Gunung Lokon Inisial MA (15) THN terluka terkena anak panah (Busur) yang di duga dilakukan orang tidak dikenal (OTK) yang dilarikan oleh temannya ke Rumah sakit Pelamonia Jl. Jendral Sudirman, No.27 Kec. Ujung Pandang Kota Makassar pada Kamis (4/6/2020)

(Postingan di Salah satu Group Facebook, Warga Makassar Keluhkan Pelayanan RS Pelamonia)

 

Sesampai di rumah sakit Pelamonia orang tua korban menanyakan soal BPJS ke pihak rumah sakit dan mendapat jawaban kalau korban penganiayaan tidak ditangani lagi oleh BPJS sejak tahun 2019

Menurut keterangan Achsan paman korban menuturkan bahwa sempat MA ini dirawat di RS Pelaminan dengan membeli obat anti biotik, CT Scan dan juga korban di arahkan untuk rapid test. Bukan hanya itu menurut dia ada biaya perawatan dan biaya sewa ambulance untuk di rujuk ke RS Wahidin,” Kata Achsan

Alasannya dirujuk lantaran dokter yang menangani spesialis bedah sedang sakit dan alat operasi di RS Pelamonia tersebut terbatas,

Menanggapi hal tersebut, Wakarumkit Pelamonia dr.F. Alvian AMU. Sp.P membantah adanya pasien yang di terlantarkan di RS Pelamonia, Senin (8/6/2020)

Menurut Perwira dua melati berpangkat letnan Kolonel (Letkol) ini, RS Pelamonia itu selalu mengedepankan emergency pelayanan kepada siapa saja. Bukan hanya di khususkan untuk TNI tetapi masyarakat juga kami layani dengan baik tanpa ada perbedaan sedikitpun,

Adapun biaya yang dikeluarkan itu benar, Kenapa tidak di potong di kartu BPJS sementara dia menggunakan kartu itu. Sebab sesuai aturan Menteri yang di tanggung adalah pasien yang sakit dan bukan kecelakaan ataupun kasus kriminal,” Kata dia

Lebih jauh soal kenapa RS Pelamonia mengarahkan pasien untuk rapid test, sebab pasien juga sebelum di bawah di ruangan operasi tentu harus steril dan itu sudah menjadi SOP RS Pelamonia

Baca Juga :  Sembilan Bulan Bertugas, Danny Pisah Sambut Kapolrestabes Makassar Nyayian Lagu Kehilangan

Terkait masalah pasien dirujuk ke RS Wahidin setelah melakukan pemeriksaan ternyata pasien tidak bisa dioperasi di RS Pelamonia dikarenakan Tidak adanya Dokter ahli Beda toraks

Jadi saya luruskan kembali soal kekeliruan warga, disini kami tetap mengedepankan pelayanan. Pihak RS tidak pernah membebankan warga jika sesuai prosedur yang berlaku,” Tandasnya.(**)

Loading...