Dilaporkan Dugaan Ijazah Palsu, PERAK Desak Bawaslu Diskualifikasi Cabub Basli Ali

oleh -35 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM — Incumbent petahana yang kembali mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati Selayar, Basli Ali dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (23/9/20).

LSM PERAK melaporkan Basli Ali lantaran diduga menggunakan Ijazah SMA palsu sebagai syarat berkas pencalonannya di KPU Kabupaten Selayar.

“Kami sudah laporkan dan kami menunggu 5 X 24 jam setelah laporan kami diterima secara resmi agar Bawaslu Sulsel dan Bawaslu Selayar bersikap profesional dalam menindaklanjuti dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut,” ungkap Burhan selaku Wakil Koordinator Divisi Hukum dan Pelaporan LSM PERAK, Sabtu (26/9/20).

Dalam laporannya, pihaknya menduga ada beberapa yang janggal dalam ijazah tersebut.

“Tampak foto yang menindih Cap tiga jari, sekolah yang sudah lama tutup namun dilegalisir di tahun 2013 dan yang paling fatal yang melegalisir ini diduga kuat bukan dari pejabat berwenang sesuai regulasi di UU No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada,” kata Burhan.

Dalam temuannya penampakan ijazah tersebut, dilegalisir oleh Drs. Abd. Rasyid di tahun 2013. Namun, setelah dikroscek di Dinas Pendidikan Kota Makassar orang tersebut tidak diketahui siapa.

“Sekolah ini sudah lama tutup, yang melegalisir menggunakan NIP lama padahal tahun 2007 sudah menggunakan NIP baru. Seharusnya yang berwenang pada saat itu melegalisir adalah Dinas Pendidikan Kota Makassar namun tidak ada pengakuan dari Dinas setempat bahwa yang bersangkutan pernah datang,” bebernya.

Selain menunggu tindaklanjut dari Bawaslu Kabupaten Selayar, Burhan menegaskan pihaknya tetap yakin dengan dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut dan tidak dilegalisir oleh pihak yang berwenang. Jadi pihaknya menganggap perkara ini merupakan tindak pidana murni atas dugaan pemalsuan dokumen.

“Kalau terbukti melakukan pemalsuan dokumen syarat pencalonan, harus dipidana dan dicoret dari daftar calon. Ini merupakan tindak pidana murni yakni memalsukan dokumen negara, bukan cuma pelanggaran administrasi Pemilu,” tegas dia.

Baca Juga :  Jelang Hari Jadi Sulsel ke-348, Kakanwil Pimpin Rakor Tekhnis Zikir dan Doa

Mengenai lolosnya calon Bupati tersebut dan ditetapkan KPU Kabupaten Selayar sebagai Pasangan Calon nomor urut 2, menurutnya yang bersangkutan jelas diduga melanggar Pasal 7 Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada.

“Jelas di Pasal 7 itu dijelaskan syaratnya ijazah pendidikan terakhir paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat yang dilegalisir oleh pihak yang berwenang sebagai bukti pemenuhan syarat, dan pasal 177 A ayat (1), setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum memalsukan data dan daftar pemilih sebagaimana dimaksud dalam pasal 58, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 12 (dua belas) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 12.000.000 dan paling banyak Rp. 72.000.000,. Disini jelas rujukannya adalah pelanggaran pidana dan harus dicoret keterpilihannya karena tidak memenuhi syarat sebagai calon,” jelas Burhan.

“Kalau dokumen tersebut benar palsu, kasihan negara kita diisi oleh orang pembohong seperti ini. Belum duduk saja sudah bohong, bagaimana kalau terpilih lagi,” tegasnya.

Dengan laporannya, Burhan meminta Bawaslu Provinsi Sulsel dan Bawaslu Selayar segera menindaklanjuti laporannya terkait dugaan pelanggaran pidana dan administrasi.

“Jika ini benar, maka jelas pemalsuan dokumen dan pastinya cacat administrasi syarat berkas pencalonannya dan harus dianulir demi keadilan dan penegakan supremasi hukum,” pungkasnya.

Diketahui temuan LSM PERAK, ijazah SMA Swasta Diakui Mongisidi tersebut diterbitkan di Ujung Pandang, 12 Juni tahun 1992. Kepala Sekolah yang bertanda tangan pada saat itu Drs. Usman Effendy. Tertera nama pemilik ijazah atas nama basli kelahiran Ujung Pandang, 8 Januari 1975 dengan nama ayah Muhammad Ali Gandong.

Dua pasang bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Selayar sejauh ini sudah resmi mendaftar ke KPU Selayar. Pasangan Muh. Basli Ali – Saiful Aril mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Zainuddin – Aji Sumarno mendapat nomor urut 1.

Baca Juga :  Pengungsi Korban Gempa Tsunami Palu-Donggala Tiba Di Pelabuhan Soetta

(*)

Loading...