Kapolda Sulsel Tinjau Pemulangan Pserta Ijtima Asia di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar

oleh -50 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Kapolda Sulsel Irjen Polisi Mas Guntur Laupe bersama Gubernur Sulsel dan Pejabat Forkopimda meninjau kepulangan peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia ke daerah asalnya masing-masing. Kapolda Sulsel menemui ratusan peserta Ijtima di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (20/3/2020).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo yang turut mendampingi Kapolda Sulsel menjelaskan selain meninjau kepulangan peserta Ijtima di Bandara Internasional Hasanuddin, Kapolda sulsel juga meninjau para peserta Ijtima lainnya yang sementara ditampung di Hotel Grang Sayang dan asrama Haji Sudiang.

“Polda Sulsel memang berkomitmen memberikan pelayanan maksimal terkait pemulangan peserta Ijtima Asia tersebut, bahkan sebelumnya Polda Sulsel juga menyediakan angkutan untuk membawa para peserta Ijtima se-Asia yang berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulsel,”ungkap Kabid Humas

“Jadi kami sudah melakukan berbagai langkah terkait pemulangan jamaah Ijtima se-Asia,. Khusus untuk wilayah Sulsel, disiapkan angkutannya oleh Pangdam dan Kapolda, Sementara untuk peserta yang berasal dari luar Sulsel, untuk ditampung di Asrama Haji Sudiang Makassar,” kata lanjut Kabid Humas.

Sebelumnya, Kapolda Sulsel mengeluarkan maklumat Terkait untuk tidak menghadiri Ijtima Asia Jamaah Tabligh di Pakkatto, Kabupaten Gowa yang rencananya digelar 19 s/d 22 Maret 2020..

Kapolda Sulsel memerintahkan kepada panitia penyelenggara untuk menunda kegiatan Ijtima Asia Jamaah Tabligh di Pakkatto di Kabupaten Gowa tersebut, hingga keadaan dan situasi lebih kondusif, demikian pula kepada peserta agar tidak menghadiri kegiatan tersebut.

Maklumat tersebut terkait pencegahan virus corona, yang penyebarannya semakin massif dan meluas. sehingga dikhawatirkan menularkan penyakit Corona dan penyakit lain yang membahyakan kesehatan dan keselamatan jamaah dan masyarakat Sulsel.

Loading...
Baca Juga :  Menag Apresiasi Langkah Tabayyun Banser terkait Yayasan Diduga HTI