Lapas Diharap Jadi Tempat Pembinaan Ekonomi Kreatif

oleh -17 views

GOWA, LINK1SULSEL.COM – Keberadaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) seharusnya bukan lagi ditempatkan sebagai lembaga pemidanaan. Akan tetapi selain itu juga dijadikan sebagai pranata sosial yang konstruktif.

Salah satu langkah yang dilakukan dalam mewujudkan hal tersebut yaitu dengan menjadikan lapas atau rumah tahanan (rutan) sebagai tempat pembinaan ekonomi kreatif.

Hal ini diungkapkan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat membaca sambutan seragam Menteri Hukum dan HAM pada Upacara Pemberian Remisi Umum Kepada Narapidana dalam rangka Memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Narkotika Sungguminasa Kelas II A, Desa Bolangi, Kecamatan Pattallassang, Sabtu (17/8).

Ia menyebutkan, warga binaan pemasyarakatan dalam lapas saat ini adalah sumber daya manusia (SDM) yang masih terabaikan. Kelebihan isi penghuni menunjukkan bahwa lapas seharusnya menjadi wadah dalam mendukung berjalannya kegiatan yang bersifat massal seperti kegiatan ekonomi kreatif.

Pasalnya kegiatan ekonomi kreatif merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional kedepannya. Apalagi hal ini sejalan dengan tema HUT RI tahun ini yakni “SDM Unggul Indonesia Maju”.

“Lembaga pemasyarakatan hari ini harus mampu menyentuh berbagai program pembinaan. Sehingga dapat mengantarkan mereka memjadi manusia yang berkualitas, terampil dan mandiri, tujuannya akan membentuk SDM yang dapat berkontribusi dan mendukung kemajuan perekonomian baik secara nasional maupun daerah,” ungkapnya.

“Program ini dapat dielaborasi dengan menggerakkan roda perekonomian melalui sektor industri kecil dan menengah dalam kerangka pembangunan nasional sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan pendapatan,” terangnya.

Sementara, Kalapas Narkotika Sungguminasa Kelas II Victor menambahkan, pada momentum Kemerdekaan RI ini pihaknya akan lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan hingga mengubah pola kinerja yang dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkait pemasyarakatan.

“Kedepan kita harus lebih bekerja secara profesional, penuh integritas, bekerja tulus dan terus berupaya dalam menjadikan lapas tetap dalam suasana kondusif, aman, serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik institusi,” katanya.

Termasuk pula mendukung bagaimana kedepan kehadiran lapas memang menjadi tempat pembinaan ekonomi kreatif. Baik dalam menciptakan produk-produk kerajinan tangan, maupun produk lainnya. (*)

Loading...