LSM Duga Ada Kongkalikong Lelang Pengadaan Bibit Itik di Dinas Peternakan Sulsel

oleh -105 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM– Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) Sulawesi Selatan mencium adanya dugaan indikasi pengaturan pemenang lelang pada pekerjaan belanja barang ternak itik pada kegiatan pengembangan populasi ternak unggas dan aneka ternak APBD 2019 sebanyak Rp. 2,4 Milyar di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel.

Pasalnya, sudah diumumkan sebelumnya CV Tigabelas Kreasindo keluar sebagai pemenang lelang namun belakangan dibatalkan.
Alasan pembatalan pun menuai sorotan dari kalangan aktivis pemerhati anti koripsi.

Wakil Koordinator Divisi Pelaporan LSM PERAK Sulsel, Ruslan mengatakan, berdasarkan hasil investigasinya dalam mengumpulkan data dan bahan keterangan pihaknya menduga ada kongkalikong dan upaya untuk memenangkan salah satu perusahaan yang sudah di arahkan.

“Itu CV Azalea Pakarezo kan sudah digugurkan dengan alasan tidak memenuhi kualifikasi ternak itik sebanyak 30%. Terus CV Azalea Pakarezo tidak memasukkan Sanggahannya di portal ULP tetapi lewat surat tertulis yang dituangkan kepada Pokja pemilihan II UKBPJ Sulsel sehingga melanggar peraturan pengadaan barang dan jasa,” katanya saat dikonfirmasi via telepon seluler, Kamis (12/9/19).

Ruslan juga mengungkapkan, Sekretariat Pemprov sudah menyurat ke Kadis Peternakan untuk dilakukan SPPBJ serta kontrak pada aplikasi SPSE pada pemenang tender CV. tiga Belas Kreasindo.

“Kadis tidak mau buat dengan alasan ada sanggahan tertulis dan menyurat ke Inspektorat agar dilakukan visitasi ulang. Hasil visitasi ulang itu, CV Azalea Pakarezo sudah memenuhi kualifikasi sehingga terindikasi curang dan diduga ada KKN untuk memenangkan CV Azalea Pakarezo.

Alhasil, kontrak belum dikeluarkan sampai hari ini.

“Kami duga kuat ada permufakatan jahat dan penyalahgunaan jabatan dalam proses pengadaan lelang ini sehingga jelas merupakan tindakan melawan hukum,” jelas Ruslan.

Pihaknya juga menduga ada oknum-oknum yang mengaku orang dekat Gubernur turut bermain dalam proses lelang ini agar CV Azalea Pakarezo ikut berkompetisi dan diharuskan menang.

“Kami minta penegak hukum pro aktif mengawal proses lelang bukan hanya pada proses pekerjaan. Kami pastikan akan mengawal terus proses lelang tersebut. Dimana kami sudah mendapat beberapa pengaduan ada beberapa proses lelang di pemprov yang membatalkan pemenang tender,” pungkasnya.

Sementara Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel, Abdul Azis menepis tudingan tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (12/9/19). Ia menegaskan bahwa kasus itu sudah berkali-kali diperiksa oleh Inspektorat bahkan telah sampai ke Kejati Sulsel.

“Kami berusaha transparan bahkan pemenang tender saya tidak kenal, semua itu Pokja yang atur,” tegasnya kepada awak media.

Editor :(MOKO)

Sumber :(PERAK)

Loading...