PERAK Pertanyakan Kasus Pengadaan Buku di Soppeng

oleh -122 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM — Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat (LSM PERAK) kembali mempertanyakan keseriusan Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat dalam mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan buku perpustakaan di Kabupaten Soppeng.

Proyek pengadaan buku perpustakaan yang terjadi di 54 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Soppeng, sejak periode 2017 dan 2018, diduga menyalahi juknis pengadaaan buku yang ada.

Menurut Wakil Koordinator Divisi Pelaporan dan Puldata LSM PERAK, Ruslan, kejaksaan harus serius mengusut tuntas jika benar proyek pengadaan buku ada unsur penyimpangannya.

“Kejaksaan harus profesional, siapapun yang terlibat harus diseret tanpa pandang bulu selama itu cukup bukti untuk ditetapkan tersangka,” katanya saat dikonfirmasi via telepon seluler, Kamis (12/9/19).

Pihaknya juga meminta Kejati segera melakukan penetapan tersangkanya karena sudah dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

“Kita tunggu hasil audit BPKP dan sikap Kejati Sulsel terkait proyek pengadaan buku ini,” tegasnya.

Sebelumnya, diberitakan tim penyidik Kejaksaan telah memeriksa beberapa pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng untuk dimintai klarifikasi, serta melakukan cek fisik di lapangan.

Hingga saat ini, Kejati belum mengumumkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP). Setelah adanya hasil audit Kejaksaan akan mengambil kesimpulan kasus ini dilanjutkan atau tidak.

Sekedar diketahui, Pemkab Soppeng menganggarkan pengadaan buku perpustakan pada 2017 mengucurkan anggaran senilai Rp 2,25 miliar. Lalu pada 2018 kembali dianggarkan Rp1,1 miliar.

Editor :(KOMA)

Sumber :(LSM PERAK)

Loading...