Persoalan Sampah di Makassar, Kepala DLH : Tahun 2025 Makassar Bebas Sampah

oleh -48 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM– Produksi sampah di kota kota besar di dunia akan terus menerus meningkat seiring dengan populasi penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total sampah di Indonesia 64 juta ton pertahun dan diperkirakan pada tahun 2019 jumlah sampah di Indonesia terus meningkat hingga 68 juta ton.

Di kota Makassar sendiri, produksi sampah mencapai 1200 ton perhari, dengan jumlah penduduk nyaris 2 juta, bisa dikata setiap orang menyumbang 0,7kg sampah perharinya. Hal ini menjadi permasalahaan yang sangat menghawatirkan.

Selain itu, hasil riset dari Korea menyebutkan, di tahun 2020, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang tidak sanggup lagi menampung produksi sampah penduduk Makassar.

Olehnya sejak dini Pemerintah melakukan berbagai upaya mencari solusi untuk mengatasi penumpukan sampah yang kian hari semakin bertambah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Rusmayani Madjid mengungkapkan, Permasalahan sampah memang seakan tidak ada habisnya, namun melalui kerja keras, kegigihan dibarengi tanggung jawab bersama masyarakat dan Pemerintah, Ia yakin persoalan ini dapat teratasi.

Sejumlah upaya yang telah dan akan dilakukan diantaranya menciptakan inovasi pengelolaan TPA sistem incinerator, mengembangkan cara baru reduksi sampah supaya bernilai ekonomis. (Bank Sampah). Membuka lahan baru untuk TPA, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan gerakan Sabtu Bersih.

“Program Sabtu bersih adalah inisiasi Pj Walikota (Iqbal S Suhaeb) untuk mengingatkan kembali kegiatan gotong royong yang dewasa ini mulai ditinggalkan, tujuannya mengajak seluruh masyarakat dan pihak swasta untuk lebih perhatian terhadap kebersihan lingkungan.” ucap Rusmayani kepada Wartawan saat Coffee Morning Humas Pemkot Makassar di Cafe Iconic Makassar, Senin (24/6/2019).

“Kenapa Sabtu, karena selain masyarakat, pihak swasta dan pegawai memiliki waktu luang (libur), juga hari sabtu volume sampah lebih meningkat dibanding hari biasanya.” lanjutnya.

Terkait ajakan hidup bersih, Rusmayani mengakui, pemerintah sudah gencar mengadakan sosialisasi kepada masyarakat melalui kecamatan, namun ternyata masih belum maksimal. Karenanya Ia ingin memperkenalkan gerakan sabtu bersih ini ke Sekolah sekolah, sebelum pelajaran dimulai, siswa diperkenalkan tentang hidup bersih. Juga di semua XXI (bioskop), sebelum pemutaran film, ditampilkan cuplikan ajakan menjaga kebersihan lingkungan.

“Makassar bebas sampah targetnya 2025, tetapi saya ingin ada 3 kawasan percontohan supaya bisa menjadi pilotproject, yang nanti bisa diikuti oleh kawasan lain. Selain itu kawasan pemukiman juga sebaiknya memiliki lahan untuk pengolahan kompos.” kata Mantan Kadis Pariwisata kota Makassar ini.

Sebagaimana diketahui, Produksi sampah organik di Makassar 58 persen sisanya sampah anorganik. (42 persen). Melalui Bank sampah, pemkot Makassar berhasil mereduksi sampah plastik sekitar 200 hingga 300 ton perhari,

Sedangkan, untuk pemenuhan persyaratan kapasitas tampung sampah di Makassar, Maya sapaan Akrab KadiS LH mengatakan, membutuhkan TPA seluas 4 Hektare (Ha), namun saat ini baru terpenuhi 2,3 Ha. “Masih ada kekurangan 1,7 Ha yang sementara diusahakan oleh Pemkot Makassar.” tutupnya.

Editor :(Moko/Ilo)

Laporan :(Ilham)

Loading...