Satpol PP Kecolongan, Dispar Tertipu, Ijin Panti Pijat Tidak Sesuai Mekanisme?

oleh -138 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM– Penertiban sejumlah usaha panti pijat dan refleksi di jalan Malengkeri kota Makassar menuai protes dari pemilik usaha. Pasalnya penindakan (segel) tersebut terkesan tebang pilih.

“Ada panti pijat yang masih bebas buka sementara (usaha) kami disegel, dimana keadilannya kalau begini. Seharusnya kalau mau segel ya semuanya dong.” ujar pemilik Panti pijat Aryna . Rabu (19/6/2019).

Sebagaimana diketahui, Tim Penindakan Perda melakukan penyegelan bedasarkan surat rekomendasi Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar, yang mengajukan lima usaha panti pijat&Refleksi di jalan Malengkeri yakni Aryna, Milano, Mawar, Citra dan Gemini untuk disegel karena melanggar aturan yakni Izin kadaluarsa.

Selain itu kelima usaha ini juga melanggar Peraturan Daerah (Perda) kota Makassar nomor 5 tahun 2011 tentang tanda daftar usaha pariwisata pasal 33 ayat 1 yang menegaskan Pendirian tempat usaha rumah bernyanyi keluarga, karaoke, klub malam, diskotik dan panti pijat, dilarang berada dalam radius 200 (dua ratus) meter dari tempat ibadah dan Sekolah.

Dari pantauan media di jalan Malengkeri, terdapat empat usaha panti pijat yang jaraknya berdekatan. Sementara dua diantaranya disegel yakni Aryna dan Milano, sedangkan Makmur dan Ratu Pelangi dibiarkan beroperasi karena tidak termasuk dalam rekomendasi Dinas Pariwisata.

Dikonfirmasi di lokasi penertiban, Kepala Bidang Penindakan Perda Satpol PP Makassar Mufli, mengatakan bahwa tindakan penyegelan sesuai rekomendasi yang dikeluarkan Dinas Pariwisata kota Makassar.

“Kami tidak bisa menindaki (segel) usaha yang tidak ada namanya di surat rekomendasi Dinas Pariwisata. Dan adapun usaha pijat refleksi yang masih buka, kita tinggal menunggu rekomendasi selanjutnya untuk dilakukan upaya penyegelan.” tegas Mufli.

Penanggung jawab usaha Pijat&Refleksi Ratu Pelangi Andi, mengaku baru sebulan menyewa ruko tersebut. Ia sebelumnya menjalankan usaha yang sama di ruko tidak jauh dari lokasi sekarang. Sehingga tetap saja membuka usahanya dengan menggunakan izin lama karena masih berlaku hingga tahun 2021.

“Saya ini baru sebulan di sini dan tidak tau kalau ada larangan seperti itu (perda 5/2011). Ijin usaha saya juga sampai 2021. Kenapa Dinas Pariwisata keluarkan ijin kalo ternyata dilarang.” ucapnya.

Keterangan Pemilik Panti Pijat Refleksi Pelangi

Bahkan Andi menyebukan nama oknum pejabat di Dinas Pariwisata Makassar yang memuluskan ijin usahanya.

Hingga berita ini diterbitkan pihak Dinas Pariwisata belum berkomentar

Editor :(KOMA/ILO)

Laporan :(Ilham)

Loading...