Sosialisasi P4K, Upaya Dinkes Makassar Mencegah Komplikasi Persalinan

oleh -34 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar melakukan sosialisasi pentingnya program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) bagi para tokoh masyarakat dan para kader kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Makassar A Naisyah Tun Azikin mengatakan, kesehatan merupakan modal setiap individu untuk meneruskan kehidupan secara layak.

Menurutnya, pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menjamin setiap warga negara memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan.

“Untuk menangani rendahnya kecukupan penanganan komplikasi ibu hamil oleh petugas kesehatan tersebut maka pemerintan mencanagkan program persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K),” ujarnya.

Dijelaskan, dalam rangka menurunkan AKI (akibat komplikasi) kehamilan karena ibu hamil dapat terpantau oleh seluru komponen masyarakat.

“Guna mensukseskan program ini sangat diperlukan kerjasama antara ibu hamil, keluarga masrakat dan tenaga kesehatan yang harus bekerja secara efektif,” terangnya.

Dia menambahkan, pelaksanaan program P4K dipengaruhi oleh beberpa faktor diantaranya. Pengetahun, sikap, dukungan keluaga, situasi geografis dan budaya.

Kekurangnya pengetahuan baik ibu hamil atau masyarakat tentang kehamilan dan pencegahan komplikasi kehamilan sangat mempengaruhi rendahnya cakupan P4K.

“Untuk mendukung P4K, dengan memotivasi ibu hamil sehingga muncul sifat positif dan berakhir fukungan untuk pemeriksaan kemailan dan persalinan di lokasi kesehatan,” pungkasnya.

Sedangkan Andi Bau Ratna S.KM M.kes selaku panitia penyelenggara berpendapat pada intinya kegiatan pelaksanaan pertemuan sosialisasi P4K adalah bagaimana betul-betul seorang ibu, bukan hanya dilihat dari ibu hamil nya saja tetapi mulai dari keluarganya, tokoh masyarakat kader yang berada di sekeliling lingkungan memahami.

“Banyak faktor yang perlu diperhatikan terutama bagaimana dengan ibu hamilnya tersendiri, apakah betul betul rutin memeriksakan kehamilannya di sarana pelayanan kesehatan atau tidak,” katanya.

“Nah itu kan namanya perencanaan persalinan untuk mencegah komplikasi berarti banyak hal. Jadi dengan upaya dengan harapan bahwa begitu terdeteksi ada permasalahan kehamilannya bisa segera di tangani sehingga tidak berlarut-larut,” sambung dia.

Ratna menilai hal paling penting ibu-ibu bisa melahirkan dengan selamat dan melahirkan anak yang sehat guna mengurangi angka kematian ibu dan anak.

“Kita berikan pemahaman, jadi dikumpul ini tokoh masyarakat dengan kader kesehatan adalah untuk sama-sama mengingatkan di lingkungannya kalau ada ibu hamil harus periksa kehamilannya sesuai P4K,” pungkasnya. (*)

Loading...