Tim Gabungan Satpol PP Segel Panti Pijat di Malengkeri, Dua Berhasil Lolos

oleh -118 views

MAKASSAR, LINK1SULSEL.COM–Satpol PP Kota Makassar menutup 2 panti pijat yang masih beraktifitas di sekitar Wilayah Malengkeri Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate, Kota Makassar (19/6/19)

Keterangan Pemilik Panti Pijat Refleksi Pelangi

Operasi penutupan panti pijat oleh Satpol PP menurunkan 20 personil dan dipimpin langsung Kepala Bidang Penegak Peraturan Perundang Undangan Daerah ( PPUD) Mufli juga melibatkan Diinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan

“Sesuai rekomendasi dari Dinas Pariwisata hari ini kami akan menutup 5  Panti Pijat yang buka di Wilayah Malengkeri namun 3 Panti Pijat sudah tertutup dengan sendrinya jadi hari ini yang kami segel ada 2 yaitu Panti Pijat Milano dan Panti Pijat Aryna” tutur Mufli

Sebelumnya Pemerintah Kota Makassar  telah mengeluarkan surat edaran melalui Dinas Pariwisata terkait penutupan yang ditujukan kepada pengelolah panti pijat untuk Kawasan Malengkeri

Berdasarkan aturan Perwali 21 tahun 2017, terkait izin operasi dan zona yang tak boleh dibawa radius 200 meter sesuai Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 5 Tahun 2011 sebagaimana yang tercantum dalam pasal 33 ayat 1

Pendirian tempat  usaha rumah bernyanyi keluarga, karaoke, klub malam, diskotik dan panti pijat, dilarang berada dalam radius 200 (dua ratus) meter dari tempat ibadah dan sekolah

Setelah dua dari 5 Panti Pijat yang ditargetkan akan disegel, terlihat ada dua panti pijat berhasil lolos dari penyegelan Tim Gabungan SATPOL PP Makassar, Dua diantaranya yakni panti pijat refleksi Makmur dan Pelangi. Dua panti pijat ini diketahui tidak masuk daftar penyegelan oleh gabungan SATPOL PP Makassar

Pemilik panti pijat mengaku kepada awak media bahwa izin yang dia miliki habis masa aktifnya tahun 2021 bulan februari , Usaha saya lengkap, dan telah mendapat persetujuan oleh Dinas Pariwisata kala itu dijabat oleh Ibu Rusmayani madjid,” Katanya

Dikonfirmasi Soal perpindahan ruko yang ia tempati, Pemilik ini mengaku belum ijin ke Camat dan lurah setempat. Baru satu bulan pindahnya usaha saya, dari ruko yang satu keruko yang baru.

Pengakuan pemilik akhirnya bertahan dan satpol PP Makassar akhirnya tidak menyegel tempat usahanya walau pemilik ini tak memiliki izin baru dari ruko yang ditempati sekarang

Hingga berita ini turun belum diketahui siapa yang memberikan izin sehingga pemilik usaha ini masih mampu berdiri kokoh gunakan jasa pijat refleksi di wilayah itu(**)

Loading...